0

Minggu Pertama Kuliah

Setelah lama sekali libur semester genap – 3 bulanan – akhirnya kuliah lagi. Rasanya?? Kagok. Terus sudah ada dosen yang langsung memberi tugas. Semangat Bapak Luar Biasa. Terus terang aku merasa enggan sekali membuka laptop apalagi mulai terjun menyelami para tugas. Efek lama liburan sepertinya. Pas liburan aku bener-bener gak utak atik laptop yang mana seharusnya aku mulai menulis proposal tesis.

Setelah memaksa diri, beberapa hari ini aku mulai mengerjakan tugas sehabis subuhan. Alhamdulillah sudah ada 1 tugas yang selesai dan masih ada 3 tugas yang ngantri. Oh para tugas, mohon kerjasama. Ya Allah limpahkan aku semangat dan kemampuan, amin.

Semangat ya aku 🙂

0

Kopi Klotok : Foto-foto

Jalan-jalan belum memungkinkan saat ini, padahal kami sekeluarga begitu hobi menyusuri jalan. Alhasil kami sering keliling Jogja, muter-muter daerah Malioboro sekedar untuk meredakan kehausan akan jalan-jalan.

Wisata kulinerpun belum bisa kami lakukan, karena belum nyaman makan di luar. Akan tetapi ada satu pengecualian yaitu Kopi Klotok. Tempatnya yang terbuka, bersisian dengan sawah dan ada spot yang jauh dengan pengunjung lain masih membuat kami merasa aman dan nyaman.

Jadilah kopi klotok ini sebagai oase liburan kami. Kami suka bikin konten yutub di sini (Dear Pak Candra, kapan diedit? 😀) dan anak-anak juga suka berkegiatan di sini.

Hari ini Cakrawala memulainya dengan memotret ayam kate. Dia seringkali pinjam ponsel kalau menemukan hewan menarik.

Ayah ayam, ibu ayam dan anak ayam yang rukun ya….

Lintang juga memotret mainan hewan yang sudah disiapkan dari rumah. Serius sekali dia mencari spot yang cocok. Berikut beberapa foto hasil jepretan Lintang:

Loh dia nangkring😀
Bagai katak di atas daun talas😊
Kupu-kupu biru

Aku mengamati dari jauh, memberi mereka ruang berkreasi.

In action

Ketika aku cek hasil foto, eh ada beberapa swafoto. Oh anakku sudah bujang😀.

Semakin mirip mereka

Senang melihat mereka berkegiatan di luar. Diterpa matahari dan dibelai angin membahagiakan.

Masih merasa khawatir setiap makan di sini, namun berusaha untuk tetap berperilaku aman. Pernah ketika ke sini kami urung masuk karena lagi ramai.

Stay safe kawan-kawan…

Semoga Allah melimpahkan kesehatan dan keselamatan untuk kita. Amin.

0

Tulisan Tangan Kiri

Kemarin sempat melihat di laman YouTube, seseorang mendokumentasikan kemajuan menulis dengan tangan kiri selama 30 hari. “Seru kayaknya”, celetuk diri.

Lalu aku jadi ingin coba juga. Apakah akan ada kemajuan tulisan setelah menulis selama 30 hari #kepo.

Hari ini pertama kali coba. Tidak mudah namun tak bikin capek juga.

Puisi Pak Sapardi. Al-Fatihah buat beliau.

Semoga istiqomah. Amin.

0

Idul Adha 2020

Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. Tulisan di  buku Andrea Hirata ini sangat mengena buatku. Mimpi bagiku adalah pengingat untuk terus maju.

Satu demi satu mimpi itu terwujud. Ada pula mimpi yang terlihat semakin dekat. 

Salah satu mimpi kami terkait kurban adalah berkurban seekor sapi. Rasanya itu masih belum mungkin tahun kemarin. Akan tetapi keinginan itu selalu ada.

Alhamdulillah tahun ini Allah mampukan kami. Rasanya masih tak percaya. Allah memeluk mimpi kami dan membuatnya jadi nyata. Menulis ini pun rasanya hati diliputi keharuan.

love you sapi😘

Semoga amalan kurban ini memberi manfaat dan menjadi amalan yang penuh berkah. amin.

Semoga tahun depan, kami bisa berkurban sapi lagi. amin.

masih sholat ied di rumah

Selamat hari raya Idul Adha. Semoga keihlasan dan kepatuhan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bisa kita teladani. Amin.

0

Ke Sinatria Farm

Pak Candra lagi semangat belajar tentang peternakan. Kata beliau buat bekal calon peternakannya. Semoga lekas tercapai ya😊😊. Amin.

Belajar paling nyaman saat ini tentunya via YouTube. Dari YouTube diketahuilah peternakan kambing modern di Pakem, Sinatria Farm. Dari rumah kami cuma berjarak 11 km (24 menit).

Chat sama pemiliknya diperbolehkan untuk datang karena masih satu daerah. Mungkin kalau dari luar kota belum boleh. Sampai sana sore sekitar jam 3. Ada playground nya juga. Anak-anak ingin main tetapi lagi ada anak-anak lain yang sedang main. Untuk amannya, aku larang mereka ikutan main. Padahal sejak dari rumah mereka sudah berencana main. Kecewa tapi bisa menerima.

Kandang di sana menggunakan kandang panggung. Areanya bersih karena kotoran yang jatuh ditampung dengan kain kasa, dibawahnya lagi untuk menampung air seninya digunakan fiber gelombang. Kotoran dan air seni dipanen setiap hari untuk dijadikan pupuk organik. Mungkin itu yang membuat baunya bersahabat dengan hidung.

Anak-anak senang sekali melihat kambing-kambing di kandang. Ada beberapa area kandang yaitu kandang untuk perkawinan, penggemukan, isolasi (waktu kambing baru datang) dan pembiakan. Waktu kami ke sana ada 2 keluarga yang sepertinya mau beli kambing buat kurban. Untuk harganya bersaing sekali dengan kambing kurban yang dijual di pinggir jalan.

sambil bikin konten YouTube. cie…youtuber😀
kandang penggemukan
minumnya anggun banget😁

Di sana juga belajar sistem pembuatan pakan dengan fermentasi. Rumput dipotong kecil-kecil lalu dicampur EM4 warna cokelat (peternakan), molase dan polar, lalu disimpan di tong kedap udara. Waktu penyimpanan minimum 21 hari. Katanya bisa tahan bahkan sampai 1 tahun. Jadinya gak usah ngarit setiap hari deh.

Hasil belajar di sana, kami juga abadikan di YouTube https://youtu.be/1vDE4YBm_LU.

Selalu suka belajar hal baru. Semoga bisa diaplikasikan kelak di rumah impian. Amin.

0

Sudah Setahun

Sudah dua semester dilalui, rasa syukur karena akhirnya bisa merealisasikan cita untuk melanjutkan S2 masih mengisi hati. Alhamdulillah.

Rasa terima kasih tak terhingga kepada lelaki yang setia selama 12 tahun menemaniku dan selalu mendukungku, Mas Candra😘😘. Tanpa izin dan ridhomu, tak akan melaju jalanku. Terima kasih juga selalu sigap menemani anak-anak selama aku kuliah dan rela riwa-riwi Cikarang-Sleman-Probolinggo setahun ini.

Rasanya baru kemarin semua dimulai. Dari obrolan di mobil sampai saat ini pindah sekeluarga di Yogyakarta. Perjalanan ini semoga menjadi cerita indah dalam perjalanan keluarga kita.

Belajar selalu membahagiakan buat aku. Bersentuhan dengan ilmu selalu membinarkan mataku. Sempat tak percaya mampu untuk kuliah lagi karena sudah lama vakum dari dunia akademik. Alhamdullillah dengan doa dan kerja keras, BISA.

Memulai perjuangan dengan mencerna 2 buku ini (5 Mei 2019)
bagian packing yang melelahkan, barang dikirim pakai truk ke Jogja (12 Juli 2019)
Beli perlengkapan rumah kontrakan di Remujung (19 Juli 2019)
Foto setelah dapat almamater (20 Agustus 2019)
Dua permata hati yang selalu setia menemani. Ini ketika survey lapangan buat tugas di Budi Fish Farm ( 1 September 2019)
IPK semester 2, alhamdulillah. Hari-hari panjang dengan tugas, Allah berikan nilai terbaik.

Menjalani perkuliahan menyenangkan, belajar banyak ilmu baru yang aku minati, membuat semakin semangat untuk berkontribusi pada lingkungan. Bidang perbedayaan masyarakat rencananya yang akan aku geluti selepas kuliah nanti.

Masih ada satu semester lagi perkuliahan, dan satu semester untuk tesis. Semoga lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude. Bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat. Amin.

0

Dari Draft : Dago Dairy Farm

Ini tulisan ke-2 dari folder draft yang aku unggah. Tahu lokasi ini dari instagram, lalu ketika ke Bandung kami mampir berkunjung.

Yang aku ingat ketika ke sini, ayam petelurnya yang dibiarkan bebas tanpa kandang dan berdoa dalam hati akan memelihara ayam petelur seperti itu nanti di rumah impian.

———————————————————–

3 Juni 2016

Kami ke dago dairy farm, Hari minggu setelah kemping di ranca upas. Kenapa ke peternakan, karena cakrawala nge-fans banget ma sapi. Pernah ke jendela alam, tapi yo kurang greget. Makanya pas tahu dago dairy farm dan bisa dikunjungi, happy banget. Liat-liat di instagram nya @dago_dairy dapat kontak nya bu yanti (pemilik peternakan). Sempat khawatir gak bisa kalo cuma 1 family karena di foto2 di IG banyakan posting rombongan.

instagram @dago_dairy

Lokasi dago dairy farm ini blusuk-blusuk, tapi tenang bu yanti (pemilik peternakan) sudah memberi kami peta. Ancer2nya dari terminal dago, ada pertigaan, ambil jalur jalan kecil yang kiri. Ikuti itu jalan, sampai ada jalan dalem wangi, masuk. Dari situ akan bertemu jalan berliku naik turun, tapi tetep ok buat mobil. Menuju ke lokasi tidak ada papan penunjuk arah. Kalo anda mulai ragu, berhenti dan tanya orang di jalan 🙂

Lega setelah ketemu jalan menanjak berbatu sesuai peta, yeay….mobil diparkir, kami jalan. Ngos2an di terik siang.

image

———————————————————–

Ternyata ceritanya baru sampai menuju lokasi😀.

Dago dairy ini sebelahan sama hutan, jadi sepi banget. Adem rasanya. Di sini anak-anak lihat pemerahan sapi susu yang sudah pakai alat perah bukan manual pakai tangan lagi. Dulu seingatku biayanya 100rb, dapat susu murni, yogurt dan telur produksi sana.

Kami ditemani sama pemiliknya Mr. Mark. Beliau bisa berbahasa indonesia ala bule😁. Ramah sekali orangnya.

Foto yang bisa ditemukan di facebook. Bersama Mr. Mark di depan kandang ayam.

Anak-anak suka sekali ke sini. Sampai sekarang mereka ingat sama Mr. Mark. Ke sini menjadi salah satu pemantik untuk memiliki peternakan kelak. Semoga tercapai. Amin.

2

Keluar Rumah di Masa Pandemi #4

Suasana di luar terasa normal sekali saat ini, namun kami masih membatasi diri untuk berbaur di luar. Hobi kami berburu kuliner sedikit terhambat. Makanan-makanan favorit yang biasa didatangi seminggu sekali, kini masih diakses via gofood.

Namun, ketika Warung Kopi Klotok buka di tanggal 3 juli kemarin, kami beranikan diri datang. Kami berangkat pagi sekali dengan asumsi masih sepi karena masih hari pertama buka. Ternyata, pagipun sudah ada beberapa orang. Bahkan jam 8an pagi sudah ramai. Para penggemar yang lain sama seperti kami, menunggu hari itu ternyata 🙂 . Syukurlah kami menemukan tempat yang jauh dari orang-orang, sebuah gubuk di pinggir sawah.

IMG_20200703_070948

sudah seperti itu antrian pagi 🙂

 

IMG_20200703_072101

menemukan tempat di pojok jauh, sepertinya gubuk ini dibangun di masa pandemi

IMG_20200703_072236

menu favorit lodeh tempe.

Kopi Klotok menerapkan protokol kesehatan, diwajibkan memakai masker untuk pengunjung, cuci tangan sebelum masuk, cek suhu di pintu masak dan menjaga jarak antrian. Jadi merasa lebih aman.

Senang rasanya bisa makan di luar, ada khawatir namun merasa bisa mengatasi.

Sampai saat ini kami belum makan di luar selain Kopi Klotok. Sempat nyoba warung lain dengan konsep rumah makan terbuka juga, tapi aku memergoki pelayannya menghirup vape di tengah perjalanan nganterin makanan *ilfil.

Sekian cerita seri keluar di masa pandemi ini, agak telat namun selesai juga.

Semoga kita semua Allah berikan kesehatan dan bisa menjalani kehidupan di masa pandemi ini dengan baik, Amin.

 

0

Keluar Rumah di Masa Pandemi #3

Ke toko bunga sudah, jalan di alam sudah, tentu selanjutnya ke tempat favorit yaitu toko buku.

Datang ke tempat tertutup pertama kali sungguh tak mudah. Anak-anak berulang kali diceramahi untuk tak memegang muka, tak memegang barang yang tak perlu dan menjaga jarak.

Toko buku yang kami pilih Gramedia Jalan Jenderal Sudirman. Tokonya baru selesai direnovasi, cantik dengan cat putih. Setiap kami lewat rasanya dia memanggil-manggil untuk dikunjungi.

Toko ini juga menerapkan protokol covid. Sebelum masuk, disediakan wastafel cuci tangan dan dicek suhu. Kedua hal itu membuat hati menjadi lebih tenang.

Pertama, kami menuju lantai buku anak. Untunglah di sana lebih sepi. Anak-anak sangat senang bertemu buku-buku favorit. Mereka memilih komik Plant Vs Zombie, buku petualangan yang menyelipkan bahasan sains. Ceritanya lucu. Selain itu, aku juga beli beberapa buku pelajaran sekolah.

Turun satu lantai, aku merasakan surga di antara deretan novel. Di lantai ini lebih ramai. Aku membeli 2 buku, buku IELTS dan novel Lelaki Harimau nya Eka Kurniawan. Memilih novel ini karena masih penasaran sama penulis satu ini. Bukunya Cantik Itu Luka yang aku beli bulan sebelumnya tak tamat kubaca, berhenti di 1/2 bagian karena bosan. Padahal buku tersebut begitu famous.

masker + baju kalau bisa matching😀

Sedangkan Pak Suami memilih novel secara random. Waktu kutanya “emang udah tahu review novelnya?”. Dia jawab, ” kalau semua orang beli buku Tereliye, nanti siapa yang akan ngasih kesempatan penulis lain”. Baiklah. Suamiku teramat bijak😀.

Buku pilihan suami

Pulang dari Gramedia, kami merasa melakukan lompatan baru. Berani berada di ruang tertutup selama waktu yang relatif lama. Walau tetap sih, kami milihnya hari kerja yang suasananya lebih sepi.

Seri keluar rumah ini bakal ditutup di cerita ke-4. See you😊😊.

1

Keluar Rumah di Masa Pandemi #2

Anak-anak itu homeschooling. Akan tetapi banyak belajar di luar karena kami suka belajar langsung dari alam. Misal kalau ingin belajar tentang serangga lebih afdol melihat serangganya langsung bukan hanya lewat gambar. Mau belajar sejarah, enaknya langsung ke museum atau candi. Jadi berada #dirumahaja sebuah tantangan untuk gaya belajar anak-anak kami. Walau kenyataannya yang lebih banyak bosen aku sih daripada mereka😀.

Maka ketika memberanikan diri keluar rumah, tempat yang kami datangi berikutnya adalah Wisdom Park, sebuah taman di area kampus UGM.

Ketika kami datang, sepi sekali. Bahkan trek jalan yang mengelilingi danau berserakan daun dan nyamuk mengerubungi kami. Mungkin jarang dibersihkan selama pandemi. Akhirnya kami pindah trek ke jalan berputar yang mengelingi taman di sebelah danau. Lebih bersih dan anti nyamuk.

berempat saja serasa punya taman pribadi

Kali selanjutnya ke Wisdom Park, kami tanpa sengaja ke sisi lain, seberang masjid UGM. Sepanjang taman di aliri sungai di tengahnya, indah dan sepi. Senang menemukan tempat baru ini. Bahkan kami bikin konten buat yutub di sana (nanti cerita peryutuban ini secara terpisah saja😂).

Anak-anak semangat jalan di sana sambil melihat aliran air di sungai. Treknya juga cukup panjang sampai sebelah Wisma MM UGM.

Selanjutnya tempat ini menjadi tujuan kalau kami ingin mencari suasana alam #naturewalk. Bahkan menjadi latar 2 konten yutub kami #cieee😁😁. Tempatnya enak karna ada banyak kran buat cuci tangan dan toiletnya bersih dengan air yang lancar.

Suasana kebatinan kami lebih kini lebih percaya diri ketika keluar rumah dengan tetap menjunjung tinggi protokol kesehatan tentunya.

Stay safe ya kawan-kawan….

Semoga kita dapat menjalani kehidupan di masa pandemi ini dengan sebaik-baiknya 😘