1

Review Kamera Anak : Vtech Kidizoom

Lintang tidak sekolah TK, kami memilih homeschooling. Dalam proses homeschooling saat ini, kami sebisa mungkin membantu Lintang melihat dan mencoba banyak hal untuk tahu apa yang dia suka. Menyediakan waktu, menemani dan memberikan sarana, itu yang kami lalukan. Dalam proses inilah kami harus jeli akan minatnya saat ini.

Kami suka bepergian dan Lintang suka meminjam ponsel saya untuk memotret. Kemudian, kami terpikir untuk membelikan dia kamera sendiri agar dia lebih bebas bereksplorasi. Uang untuk membeli kamera sebenarnya dari tabungan dia, kami hanya sedikit menambahkan. Kami memilih kamera Vtech Kidizoom karena tidak menemukan kamera anak merk lain. Belinya secara online di Tokopedia. Nama tokonya Cupliss.

​

Ketika kamera datang, dia senang sekali. Dengan semangat menanyakan apa gunanya setiap tombol dan kemudian seperti umumnya anak zaman sekarang dia otak-atik sendiri dan violaaa…langsung bisa. Dia tahu kalau kameranya bisa ganti frame, bisa merekam suara, bisa bikin video dan bahkan bisa main game. 

Secara fisik tampilan layar kamera ini tidak terlalu besar. Casingnya terbuat dari karet sehingga nyaman dipegang dan ada tali buat tangan juga. Kamera ini menggunakan tenaga 4 baterai AA. Hasil fotonya kalau di layar kamera tidak terlihat jernih, namun ketika dipindah ke laptop kelihatan hasil foto sebenarnya. Ini dia hasil foto Lintang.

​Cakrawala sang model dadakan πŸ™‚

​Salah satu objek favorit, pohon.

​Memotret anak tetangga.

Sekarang kemana-mana bawaannya mau nenteng kamera, mau itu main di luar, makan ke luar atau sekedar ikut ke bengkel. Gak tau deh nanti kalau agak lamaan punya kameranya πŸ™‚ .

​Kameraku juga butuh makan bunda….

​Memotret objek menarik di bengkel.

Yang bikin terharu dalam proses memiliki kamera ini adalah adik yang tidak ikutan meminta kamera juga. Pas kutanya apakah Cakrawala mau kamera juga, dia jawab “tidak bunda, aku kan bisa minjam punya kakak”. Oh….anakku sudah besar.
Pas kami observasi, memang Cakrawala belum tertarik akan kamera, paling sesekali pinjam buat memotret. Entah ini karena faktor umur atau minat. Tapi kalau di kardusnya sih kamera ini peruntukannya untuk usia 3-8 tahun.

Jadi apakah harga sesuai kualitasnya? Kalau menurut aku sih yes πŸ™‚ .

Semoga awet yo le kameranya dan semoga kamu bisa melihat banyak sisi indah bumi ini. Semangat!!


Advertisements
0

Mengintil Ayah Lagi : Episode Ikea

Paling happy kalau ayah ada kerjaan kemana, yang mana kami bisa ikut. Mau itu ke Serpong, Bintaro ataupun Bogor kami yes #doyanpiknik. Semoga ayah juga suka kami buntuti πŸ™‚ .

Cerita mengintil kami yang pertama terjadi beberapa waktu lalu di alam sutera, tepatnya IKEA. Ngapain si Ayah ke IKEA? Dalam rangka membeli troafast buat pesanan konsumen @mattoafurniture. Padahal bisa banget pake jastip atau beli online lewat web ikea, tapi kami kan suka piknik, hihihihi… Es krim dan hot dog ikea yang murah dan enak itu pun bikin kangen.

​

Kalau ke ikea, untuk menghemat energi kami selalu memilih jalur shortcut, jadi sudah tak lewat area display yang panjang itu tapi lansung turun ke tangga panjang ke bawah itu (smoga mengerti maksud aku ya). Setelah turun tangga langsung disambut perabotan dapur, tolong aku tak sanggup. Kemudian terjadilah adegan dimana si ibu melihat dengan berbinar, memegang si barang, berpikir keras dan terjadi dialog dalam diri “kayaknya ini perlu deh atau ini lucu banget atau ini murah banget” yang akhirnya berujung pada nenteng blanjaan. Padahal mah niatnya mau ikut doang *salim ke pak suami. β€‹

Apa yang lucu dan murah dan kayaknya kamu bakal butuh deh? Sini aku bisikin πŸ™‚ .

​
Dari kiri atas ke kanan bawah : katalog ikea terbaru (gratis), bintje plant pot Rp. 9.900, karraf caraf (wadah air minum) Rp. 19.900, gosig golden (boneka anjing) Rp. 99.900, frakta carry (tas serba guna) Rp. 9.900,  prutta food container (isi 3) Rp.19.900, dan reko glass (gelas beling isi 6) Rp. 17.900. Bener kan ya, murah dan penting πŸ™‚ .

Kembali ke trofast, seperti apa sih trofast itu? Trofast ini wadah penyimpanan plastik warna warni, yang unik dia gak perlu tatakan, cukup digantung pada frame (lemari). Kalau untuk menyimpan mainan anak, enak banget pakai trofast ini karena bisa dipilah per kategori dan tinggal dibawa sekotaknya pas mau main ke area mana di rumah. 

​

​

Di Ikea juga sudah ada frame buat trofast, tapi kalau kamu beli frame-nya di @mattoafurniture, kamu bisa menyesuaikan ukuran sesuai kebutuhan alias custom *salam marketing. Apalagi di mattoa itu, bahan yang dipakai full solid wood dan recycled teak wood pula *salam hijau. 

​

Jadi kalau kamu pesan ke mattoa, tinggal sampaikan keinginan, mattoa akan mendesain sesuai keinginanmu. Sesudah gambar kamu setujui, maka barang akan kami buat. Kamu tinggal duduk manis di rumah deh. 

Eh, selain lemari trofast ini banyak produk lain yang cantik loh, cuss kepoin IG mattoa di @mattoafurniture.

​

Mengintil selalu menyenangkan, terima kasih ya ayah…

Semoga Allah senantiasa memberikan kelancaran dan kesuksesan pada usahamu. Amin. 

0

Naik KRL di Stasiun Cikarang

Sudah tahukah kalau KRL kini sampai di Cikarang? Ya, Cikarang kini menjadi stasiun terakhir ke arah timur, bukan lagi bekasi. Ini adalah sebuah berita gembira, satu lagi moda transportasi dapat menjadi pilihan, apabila di saat ini jalur menuju Jakarta sering padat pada hari kerja.

Ketika mendengar berita KRL ini tentu kami sekeluarga juga gembira dan berseru “suatu hari nanti harus coba!!”. Ternyata kemarin sabtulah, hari itu. Tak direncanakan (seperti sering terjadi πŸ™‚ ), pagi itu ayah ada kerjaan ke Bintaro sehingga jadwal kami untuk camping gagal sedangkan anak-anak sudah ingin jalan-jalan.  Apakah saya pergi sendiri? Oooh, tentu tidak, hihihi… aku yang urat sabarnya masih belum panjaaang ini bawa 1 baby sitter yaitu adik tercinta si tante kiki. 
Jadilah sekitar jam 11an kami berempat naik grab dari rumah menuju stasiun. Ongkos grab kemarin 54rb. Sesampai disana, pak Grab tidak mau mengantar masuk sampai dalam stasiun, kurasa disini masih kurang harmonis antara transportasi online dan offline, moga cepat baikan ya πŸ™‚ . Sekitar jam 12an ketika kami menapakkan kaki menuju stasiun, ternyata belum tersedia parkiran resmi disana, dan aku juga tak melihat mobil parkir di dalam, hanya terdapat banyak deretan motor. 

​
Kesan pertama ketika melihat stasiun, besar dan sudah modern. Disediakan eskalator untuk naik stasiun dan turun ke peron serta ada lift pula. Namun keadaan di dalam masih sepi, ruangan-ruangannya masih kosong kecuali ruangan penjualan tiket. Untuk toilet dan mushola sudah tersedia. 

Kami menunggu cukup lama, karena kereta baru ada jam 12.35. Tidak seperti di bekasi dimana jadwal kedatangan kereta padat, disini ada jadwal khusus untuk kereta datang. Banyak loh para roker dari Cikarang. Kursi tunggu pun sudah penuh, maka kaki ngemper di lantai, hihihi…Lintang nyeletuk “panas….”, Cakrawala santai saja. 

​

Ketika kereta datang, 10 gerbong cepat terisi. Kami masuk di 3 gerbong belakang, wah sudah penuh. Alhamdulillah ada Mas-mas yang baik hati memberi kami duduk. Terima kasih untuk Mas-mas di kereta.  Dua bocah aman di kereta, tapi aku yang kurang nyaman. Ada bau menyengat entah datang dari mana, udah suudzon sama 2 pemuda yang berdiri di depan, eh pas mereka pergi bau masih ada. Siapa oh siapa. Ternyata ibu di sebelah, soalnya pas dia turun aroma kereta kembali normal *napas lega. Satu pelajaran di angkutan umum, harus ikhlas dengan segala kemungkinan *elus dada.
Begitu masuk bekasi kereta semakin penuh, dua bocah agak gelisah. Cakrawala mengeluarkan buku bacaannya dan Lintang kadang menengok keluar jendela. Ketika kereta sampai manggarai barulah banyak penumpang turun, dua bocah lebih nyaman.
Oh ya, kami turun di stasiun Cikini. Tujuan kami ke Taman Ismail Marzuki (TIM) walau tujuan sebenarnya ya naik KRL itu sendiri πŸ™‚ . Dari stasiun cikini ke TIM kami naik bajaj, bayarnya 15rb. Dekat sih sebenarnya, tapi udah gak tega kalau 2 bocah musti jalan kaki.

​

Sampai TIM, kami makan dulu di deretan kantin. Nasi goreng dan segelas jus menjadi pilihan 2 bocah. 

​

Dari kantin kami berjalan kaki menuju Perpustakaan DKI Jakarta. Keadaan di dalam ruang baca anak tidak begitu ramai, mungkin karena sejam lagi tutup. Iya, kami sampai disana jam 3 sore. Makan siang ternyata memakan waktu 1 jam-an. 

​

Dua bocah langsung menuju area bermain lalu lanjut membaca buku.​ Koleksi buku anak di lantai 2 ini banyak. Kami membaca buku Dr. Seuss “Fox in Socks” yang kata cakrawala lucu ketika mendengar lafalnya yang mirip dan diulang-ulang. Lintang tertarik dengan buku yang mengajarkan cara menggambar dinosaurus. Lalu mereka terus mengambil buku-buku untuk aku dan tante kiki bacakan.

​

​

​

Jam 5 sore, kami turun dari lantai 2. Menuju stasiun kami tetap setia dengan bajaj yang mangkal depan TIM, masih dengan tarif yang sama 15rb. Suasana stasiun cikini lebih ramai dari tadi siang. Ternyata masih banyak pekerja yang tidak libur di hari sabtu. Kami duduk dan sabar menunggu kereta tujuan bekasi. Pas kami duduk itu, kereta tujuan Bogor bolak-balik datang dan selalu diserbu penumpang. Berarti Bogor rutenya padat ya.. 

Begitu kereta tujuan Bekasi datang, kami masuk walau terlihat penuh. Dua bocah diberikan duduk oleh Bapak-bapak baik hati. Terima kasih pada Bapak-bapak di KRL. Lintang dan Cakrawala aman di kereta, walau sudah terlihat lelah. 
Kami turun di stasiun bekasi untuk transit ke kereta menuju Cikarang. 
Ternyata banyak penunggu kereta Cikarang. Beberapa menit sebelum kereta datang di jalur 3, gerimis datang. Lintang dan Cakrawala langsung kupakaikan topi. Begitu kereta datang, menuju pintu berubah menjadi sebuah perlombaan. Kami sudah di deretan depan, namun ketika menuju pintu ada dorongan dari belakang, Lintang yang selalu tak nyaman dengan ketidakadilan (baperan abis) merasa bete banget. Sedangkan Cakrawala ngambek karena aku angkat naik menuju kereta, padahal dia ingin naik sendiri. Membawa anak itu harus siap dengan drama ya.

Oh ya, kereta yang kami naiki sudah penuh waktu datang, brarti kereta tujuan Cikarang ada sendiri, entah mulai stasiun mana. Kemarin itu kami gak nanya kereta menuju Cikarang ke petugas, malah nanyanya ke Bekasi. Lupa kalau tidak semua kereta ke Bekasi langsung ke Cikarang.

Sisa perjalanan berjalan lancar, kami sampai Cikarang sekitar jam 6an bersama banyak penumpang lain. Sedangkan yang mau naik KRL di jam itu sudah tak sebanyak tadi siang. 

Ketika bertanya pada anak-anak, apakah mau naik kereta lagi, mereka sepakat menjawab tidak, hihihihi… tapi aku yakin mereka gak bakal nolak kalau diajak lagi. Semoga nanti bisa ajak ayah juga ya dan Semoga stasiun KRL Cikarang juga lebih hidup namun tetap bersih. Amin.

7

#7tahun

​

Baru ngeh pas lihat notif kalo kemarin itu Blog ini sudah 7 tahun. Yeaaaaay!!! Selamat buat aku, hihihihi… *menyelamati diri sendiri. Konsisten menulis selama itu  adalah sebuah pencapaian loh buat aku, mengingat aku ini tipe manusia yang anget-anget tai ayam, gak enak perumpaannya ya.

Mau tahu gak knapa aku masih betah ngeblog? Mau ya πŸ™‚ . Yang menyemangati aku untuk ngeblog itu salah satunya semangat berbagi. Senang banget rasanya kalo lagi nyari info tentang sesuatu, dan nemu di blog orang. Rasanya happy. Bisa dibilang ngeblog ini balas jasa untuk semua blogger yang udah baik hati berbagi info baik *salim satu-satu.

Walaupun ya, semangat itu naik turun. Apalagi blog aku kategori blog sueeepi *krik…krik..krik.. (Bunyi jangkrik πŸ™‚ ). Tapi aku akan terus bernyanyi eh menulis. 
Aku kasih lihat ya, stat di blog ini. 

​

Ternyata aku sudah menulis 155 posts, yang artinya 1,8 post/bulan. Ayo tingkatkan Wulan!!

Aku ucapkan juga terima kasih kepada 68.557 visitors yang sudi mampir ke blog aku, baik itu disengaja maupun karena nyasar.

​

Terima kasih teman-teman blogger yang menyempatkan waktu menyapa aku di kolom komen. Love U all. Terutama emaknya benjamin, mba nella love U. Kenal mba nella mulai dari beliau belum punya anak sampai sekarang udah jadi Ibu 2 anak.

​

Ternyata yang paling disukai pembaca itu tema Kebun dan Camping. Apakah itu brarti aku harus camping sambil berkebun? Tapi memang sih 2 hal ini selalu membuatku berseri, semoga kedua kegiatan ini akan berlanjut ya.
Terima kasih smua. Happy blogger!

0

#1 Cerita Minggu : Mengunjungi @kebunnyabinarbumi

Kenapa #1, berharapnya cerita minggu merupakan topik yang bisa berlanjut ditulis di blog ini. Amin. Semangat!!

Minggu kemarin kami ke Bogor. Horeee!! Kami mengunjungi seorang Teman IG (iya teman kenal di Instagram πŸ™‚ ). Namanya Nurulia Juwita @kebunnyabinarbumi Dan @pandasurya.

​​

Lihat postingan mereka di atas, segeeeer kan?.

Sejak Follow IG suami istri ini, aku merasa suatu saat harus main ke rumah mereka. Mereka berdua seakan mewakili mimpi keluarga kami untuk memiliki halaman yang luas, walau di mimpi kami lebih luas lagi ya, hihihihi. Mimpi kan harus total ya :). Oh….. mimpi akan rumah di tengah halaman yang luas, ada kolam ikan, kebun sayur, kebun buah dan kandang ternak, semoga segera terwujud. Amin. 

Kami sampai rumah mba nurul sekitar jam 4an. Duo lintang Cakrawala sempat tidur di mobil, jadi begitu turun mereka langsung on melihat banyak tanaman. Kalo kata lintang, “Bisa camping disini nih”. 

​
Hamparan rumput diantara tingginya pepohonan, memang menyegarkan mata. Berbagai macam buah ditanam disini, ada jambu, alpukat, pisang, jeruk, buah naga, durian, dan jambu bol. Konon mba nurul udah gak pernah belanja buah lagi. Menyenangkan sekali ya. Sehat dan hemat. Ada buah nam-nam juga, yang mana saya baru lihat kemarin itu. Buah langka sepertinya.

​

​
Selain buah, mereka juga menanam sayur, yang tentu organik ya. Bagi yang mau mengikuti jejak mereka, bisa langsung order ke mba nurul lho, mereka melayani pemesanan bibit sayuran secara online. Mana murah lagi, 2000/bungkus. Bisa banget buat yang mau nyoba-nyoba menamam berbagai macam sayur. 

Kemarin itu, kami juga sekalian belanja bibit sayur (bayam dan terong) dan beli tabulampot (jeruk limau, lemon cui dan Jambu biji). Selain itu kami beli pestisida nabati dan sekop. Lengkap ya :). Mana dapat bonus polibag dan bunga amarilis lagi #suka.

​

​

Satu lagi yang mengenyangkan eh menyenangkan ketika disana, suguhan dari tuan rumah. Kami disuguhi singkong goreng, perasan jeruk lemon cui dan kolak pisang. Semuanya hasil kebun sendiri yang diambil hari itu juga. Mana makannya sambil duduk di bawah pohon manggis yang rindang, klop. 

​

Oh ya, Mba nurul dan Mas panda punya anak balita, namanya binar dan bumi (semarga nih ma lintang dan cakrawala, hihihiiii #margaGalaksi). Walau baru kenal empat bocah bisa bermain bersama.

 
Sangat menyenangkan berkunjung ke @kebunnyabinarbumi. Terima kasih atas keramahannya. Kalo mau panen ikan kabari ya mba nurul (mupeng lihat ikan di kolam), biar nanti kami mampir lagi πŸ™‚ .

0

Cerita Mudik Lebaran 2017 : ke Air Terjun Madakaripura

Lanjut ya cerita mudik lebarannya, kayaknya ini sesi terakhir :).

Cerita kali ini masih berhubungan dengan air. Pernah dengar air terjun Madakaripura? Lokasinya di Kab. Probolinggo. Konon air terjun ini tempat Mahapatih Gajahmada bersemedi. Keren ya orang jaman dulu.

Sebenarnya udah lama pengen ke air terjun ini, tapi nunggu 2 bocah gedean biar gak banyak gendong. Soalnya jalur kesana harus ditempuh dengan berjalan kaki di jalan setapak yang panjang.

Sebenarnya dulu sempat kesana pas lagi hamil lintang, tapi cuma sampai bagian depan. Aku agak ngeri mo jalan kaki ke air terjunnya, khawatir terpeleset.

Setelah 6 tahun berlalu, kini disana disediakan area khusus parkiran mobil. Dulu mobil itu bisa masuk sampai dekat patung gajah mada (setelah loket tiket masuk saat ini), lah kemarin itu parkiran mobilnya jauh sebelum loket. Untuk menuju loket, ada jasa ojek oleh penduduk setempat. Agak lupa harganya, kayaknya 15rb untuk membawa 2 orang.

Tapi kami gak naik ojek dan memilih jalan kaki. Karena kami kira dekat (gak percaya perkataan tukang ojek yang bilang kalau jauh πŸ™‚ ), biar bisa seru-seruan jalan kaki bareng dan bentuk protes knapa juga parkirannya harus dibuat jauh.

Ternyata jalannya memang jauh, hihihi… Tapi gengsi dong mau naik ojek. Padahal masih ada yang nawarin pas kami jalan kaki. Karena gak tega para bocah jalan jauh, akhirnya mereka ditemani bapaknya naik ojek pas udah setengah jalan (harga ojeknya juga separuh harga).

Setelah diamati, jalanan menuju loket memang tak besar, dan rentan longsor. Lalu, sisi kanan jalan itu jurang dan sisi kirinya tanah tinggi dengan banyak pohon. Setelah tahu itu, mulai agak ikhlas kenapa parkirannya harus jauh.

Begitu dekat pintu loket, kami disambut dengan parkiran motor yang lagi rame (iya, kalo motor bebas masuk sampai dekat loket). Mungkin rame karena libur lebaran. Trus di sisi kiri dan kanan jalan, terdapat berderet warung. Meriah. Kami mampir di warung untuk mengisi perut, lapar euy habis jalan jauh. Menu di warung ada gorengan, indomie serta teh kopi. Enak loh gorengannya. Bisa dicocol pake petis pula.

Setelah perut kenyang kami lanjut menuju air terjun. Tiket masuknya Rp. 11.000 / orang. Ternyata kawasan ini dibawah Perhutani.

Patung gajah mada, sebelum jalan setapak.

Lintang dan Cakrawala semangat jalan. Sesekali minta gendong. Jalannya gak licin cuma kadang ada tumpahan air dari pipa air yang bocor di sisi jalan. Pemandangan sepanjang jalan cantik. Di sisi kanan jalan tebingnya tinggi membuat serasa akan memasuki dunia antah berantah.

Puas berjalan kaki, kami akhirnya sampai. Ketika melihat air terjun di hadapan, kami terpukau. Air terjunnya besar dan menimbulkan efek seperti hujan. Bagian bawah air terjun mengalir sungai kecil dan banyak batu besar.

Disalah satu batu besar inilah lintang terjatuh waktu digendong eyang akung yang terpeleset ketika melangkah. Nangis keras dia, mungkin gabungan antara kaget dan sakit. Walau kemudian digendong ayah, dia tetap nangis. Akhirnya dibawa menjauh dari air terjun.

Kalau Cakrawala, dia betah bersama bunda. Walaupun dingin dia tetap bertahan di bawah air terjun sampai kemudian dibawa tante untuk menyusul Lintang. Lintang ternyata udah ganti baju gak mau lagi ke air terjun dan ayah menemani.

Air terjun madakaripura ini ternyata panjang. Aku menyusuri sampai ujung air terjun, bahkan naik tebing segala dan melihat air terjun dimana konon katanya Gajah Mada bertapa dibalik air terjun itu. Entah krnapa pas disana suasana terasa beda, seperti asing. Untung rame, kalau sepi kayaknya aku gak berani, hihihi..

Di balik air terjun diatas, konon tempat semedi gajah mada

Oh ya kalau kesini jangan lupa bawa baju ganti ya….kalau tak kuat dingin bisa juga bawa jas hujan. Disini sudah tersedia tempat ganti baju dan mandi. Yang lucu lagi ada jasa membungkus hp pake plastik, biar bisa tetap foto-foto walau tersiram hujannya air terjun. Di area air terjun ini tidak ada penjual makan dan minuman, jadi silakan bawa bekal atau isi perut di deretan warung sebelum loket tadi.

Balik ke jas hujan, tolong ya para pengunjung tercintah jas hujannya dibawa pulang, jangan ditinggal di area air terjun. Sayang banget kalo tempat secantik ini harus dipenuhi sampah. Karena aku lihat ada beberapa jas hujan plastik sekali pakai yang dibuang begitu saja *sad.

Aku balik jalan kaki sendirian karena Lintang Cakrawala sudah jalan duluan ma ayahnya. Kata ayahnya Lintang sudah kembali ceria. Mereka nungguin di warung tadi, pantesan ceria banget, hihi…makan gorengan lagi toh #doyan.

Setelah semua berkumpul di warung dan kenyang makan gorengan. Kami balik ke parkiran dan akhirnya memilih naik ojek semua. Capek euy, hihihi…

Selalu senang berkumpul bersama keluarga. Buat kamu, iya kamu..kalau ke Probolinggo jangan ragu buat mampir kesini ya. Dijamin suka.

0

Cerita Mudik lebaran 2017 : Snorkeling di Gili Ketapang

Balik lagi ke cerita lebaran kemarin ya. Hihihihi bersambungnya lama, soalnya yang nulis sibuk #sibukMaSosmed πŸ™‚ .

Mudik lebaran tahun ini itu memang niatnya eksplorasi Probolinggo. Salah satunya yaitu Pulau Gili Ketapang. Pulau ini belum pernah kudatangi :). Dulu setauku pulau gili ketapang pulau nelayan, yang terbayang panaas sehingga tak tertarik lah aku. Sampai dapat cerita dari adik bungsuku kalau ada wisata snorkeling disana. WHAT!! Yang bener lu ndro *warkop style :).

Eh lihat di instagram @giliketapang sepertinya menarik. Layak dicoba. Ini tampilan IGnya.

Setelah chat via WhatsApp, kami booking paket snorkeling buat kami sekeluarga. Paket meliputi naik perahu pulang pergi, snorkeling + sewa peralatannya, foto underwater, dan makan siang.

Oh ya, untuk ke gili ketapang nyebrangnya dari pelabuhan lama ya. Disana sudah disediakan parkiran. Kami datang pagi banget biar puas nikmati trip ini, tapi ternyata naik perahunya tetap nunggu penuh dengan rombongan lain :).

Waktu di perahu duo bocah menikmati, apalagi perahunya terbuka jadi angin sepoi-sepoi bebas membelai wajah. Mereka memilih duduk di haluan perahu.

Destinasi pertama ke Goa Kucing. Goa kucing ini setahuku adalah destinasi wisata sedari dulu di Pulau Gili Ketapang. Sering dengar tetangga cerita kalau ke gili mampir ke goa kucing. Ketika kesana jadi tahu ternyata goa yang dimaksud kayak sumur gitu dan sudah berada dalam sebuah bangunan. Ada bapak tua penjaga goa ini dan kalau kesini tertulis “pakai baju sopan”.

Dari goa kucing kami menuju pantai yang menjadi tempat peristirahatan para pengunjung. Rame ternyata, gak hanya orang probolinggo yang datang tapi juga dari kota-kota tetangga. Kami duduk sejenak disana. Lalu berganti pakaian, memilih peralatan snorkeling dan mengambil jaket pelampung yang pas. Lintang dan Cakrawala juga ikutan pakai jaket pelampung, tapi sayang gak tersedia peralatan snorkeling buat anak seumuran mereka.

Begitu sampai lokasi snorkeling pertama, anak-anak pengen nyobain nyebur. Tapi maunya sama ayah (bunda sepertinya diragukan kapabilitasnya πŸ™‚ ). Lintang tampak lebih tegang daripada adiknya. Mungkin dia parno kali ya melihat hamparan air laut yang luas, beda dengan di kolam renang :).

Di lokasi snorkeling pertama ini aku masih bisa foto underwater. Ternyata cara fotonya dengan didorong ke dalam air oleh pemandu. Agak deg-degan tapi ternyata seru juga pas di dalam air. Sayang fotoku gak layak tayang karena jilbabnya tak terpasang sempurna dalam air #sad. Kusuguhin foto Pak Candra aja ya :).

Di lokasi snorkeling kedua, aku udah gak ikutan. Cakrawala kedinginan jadi aku pangku sambil diselimutin. Eh dia tidur. Pules loh, hihihi….

Bagaimana pemandangan bawah lautnya? Ikan cukup beragam sedang terumbu karangnya tidak terlalu berwarna. Akan tetapi pengalaman snorkeling-nya tetap seru. Melihat ikan mondar-mandir itu membahagiakan.

Kembali ke tempat peristirahatan, perut sudah keroncongan. Tapi memilih mandi dulu. Kamar mandinya bersih dan banyak tersedia. Kalo antrian panjang, lekas pindah ke area kamar mandi lain ya. Soalnya aku juga awalnya antri, eh di kamar mandi yang di sisi lain kosong :).

Udah mandi :).

Oh ya, penduduk setempat yang berprofesi memandu snorkeling ini ternyata banyak. Jadi semacam ikut rombongan si A, si B atau si C gitu. Aku tahunya pas ngobrol ma bapak penjaga mushola. Kegiatan snorkeling ini sendiri katanya udah setahunan ini. Lompatan yang bagus buat peningkatan pemasukan warga setempat. Semoga juga dibarengi dengan pelestarian lingkungannya terutama penanganan sampah. Soalnya sering banget lihat tempat wisata yang sampahnya berserakan #miris. Lah kemarin itu disana masih relatif bersih #lanjutkan.

Balik ke perut keroncongan, di trip ini disediakan makan siang. Menunya nasi putih, sambal dan ikan laut bakar. Ikan lautnya dibakar tanpa bumbu. Tetap enak sih walau sederhana karena faktor lapar juga, hehehe…..

Selesai mengisi perut kami istirahat sebentar sambil menunggu antrian minta foto underwater. Antri karena fotonya ditransfer langsung ke handphone. Walau disana udaranya cukup panas, untungnya kami bisa berteduh di ranjang bambu di bawah pohon.

Beres bayar paket snorkeling (pasca bayar πŸ™‚ ) dan dapat foto, kami pun beranjak pulang. Kami pulang sekitar jam 3 sore. Angin laut masih setia bertiup sepoi-sepoi.

Hari itu menyenangkan buat kami. Bisa berkumpul bersama keluarga sungguh kenikmatan tiada tara.

Semoga kami bisa kembali lagi ke gili ketapang. Semoga juga sudah bisa membawa perlengkapan snorkeling sendiri #kode πŸ™‚ .