2

Camping di Bumi Perkemahan Cipanten

Setelah camping di Capolaga pada pertengahan September, di bulan oktober kami ikut acara camping Caruban yang diselenggarakan oleh komunitas Bestari. Lokasinya di Majalengka, sekitar 3 jam-an dari rumah kami di Cikarang. Kami lewat tol cipali dengan lancar. Ketika sudah dekat lokasi, jalanan lumayan meliuk dan menanjak namun kondisi jalan bagus.

IMG_20181020_121022

Begitu datang, foto dulu

Buper Cipanten ini kalau di google map juga disebut hutan pinus argalingga karena memang penuh jajaran pohon pinus. Di depan area camping ada beberapa warung buka. Ada fasilitas mushola dan toilet juga. Sepertinya selain untuk camping, banyak juga orang tamasya ke sini, bahkan ada rombongan yang datang untuk mandi di aliran air sebelah tempat camping.

IMG_20181020_165630

dua jagoan anti capek

Di camping caruban anak-anak ikut workshop melukis dan bermain sains yang diselenggarakan oleh panitia. Mereka juga ikut jelajah alam tanpa didampingi orangtua (bapak ibunya lagi capek habis perjalanan #jompo 🙂 ). Selain acara yang diinisiasi panitia, mereka juga asyik mengumpulkan daun pinus yang bentuknya mirip jerami untuk kemudian ditumpuk sampai menjadi gundukan. Kegiatan ini agak ganggu sebenarnya, karena di bawah daun pinus ini tanahnya berdebu (mungkin karena lama tak hujan) jadinya ulah mereka ini bikin debu berterbangan.

IMG_20181020_132523

melukis tas.

 

IMG_20181020_173608

menumpuk daun pinus

Disini juga ada area outbound. Lintang main flying fox sampai dua kali. Sedangkan cakrawala yang awalnya tak mau mencoba flying fox, akhirnya mau mencoba juga tanpa diminta. Dia bilang, “awalnya deg-degan bunda, terus jadinya asyik”.

IMG_20181020_150235

Kompak main.

 

IMG_20181020_145935

bersiap meluncur.

Malam hari juga ada api unggun. Lintang menampilkan kemampuannya bercerita. Dia cerita “Rumah Baru buat Omang”.Dia melakukan ini tanpa latihan sebelumnya, semata-mata karena masih ingat materi ini ketika ikut lomba sebulan sebelumnya. Good job lintang!.

IMG_20181020_193549_HHT

api unggun telah menyala….

Ketika acara api unggun juga ada bapak-bapak yang membantu acara bakar-bakar. Sosis dan ikan yang dibakar, tapi aku udah gak ikutan makan karena kenyang jagung kukus.

Malamnya kami tidur nyenyak, alhamdulillah suhunya nyaman buat tidur. Pagi setelah sarapan, diisi dengan kegiatan game dan bermain outbound lagi. Aku ikut game yang berputar-putar yang bikin aku puyeng dan ingin muntah. Kalau anak-anak  bermain memindahkan karet dengan sedotan. Lintang cakrawala senantiasa semangat dan menang loh. Setelah itu acara selesai, semua orang sitirahat dan lalu berbenah. Ketika itulah panitia mengumumkan pemenang untuk kategori TER..apapun. Lintang alhamdulillah menang kategori peserta TERberani. Hore!!!

IMG_20181021_075611

serius bertanding

 

IMG_20181021_084249

swafoto itu wajib!

 

IMG_20181021_085016

anak ini suka banget main beginian

Dari majalengka ini kami tak langsung pulang. Kami malah menuju Cirebon untuk perjalanan selanjutnya. Kemana? Rahasia, hahaha… Tunggu update selanjutnya ya 🙂 .

Salam Petualang!!

Advertisements
2

Cerita Camping di Capolaga

Camping di capolaga ini sudah lama kami agendakan, tapi baru kesampaian di hari jumat sampai senin pada bulan September kemarin. Kami dari cikarang lewat jalur purwakarta, alhamdulillah lancar dan jalanannya sudah bagus pula. Ada dua pintu masuk untuk capolaga ini, ada yang dekat hutan pinus dan ada yang dekat sungai. Kami memilih yang pintu masuk untuk camping dekat sungai, kalau dari arah purwakarta sih pintu ke-2. Untuk biaya camping bisa dicek di webnya capolaga. Kalau sudah bayar biaya camping di pintu masuk, nanti pas pakai toilet gak usah bayar lagi ya karena udah termasuk biaya toilet.

Jarak dari parkiran ke tempat camping ternyata cukup jauh, apalagi medannya sebagian turunan. Untungnya ada porter yang membantu, semua bawaan kami yang banyak itu bias diangkut sekali jalan oleh 2 orang porter dengan memakai pikulan bambu. Biaya untuk mengangkut sekali jalan sebesar Rp50.000. alhamdulillah, punggung aman 🙂 .

IMG_20180910_125905

jalanan menuju area camping

IMG_20180910_124823

para lelaki kuat

 

Sampai di tempat camping ternyata sudah ramai orang mendirikan tenda. Waktu itu lagi banyak rombongan yang sudah pesan lokasi sepertinya. Kami sempat kesulitan menemukan tempat. Jadi sebaiknya sebelum kesini, bisa booking tempat dulu via telepon dulu ya.

Setelah mencari tempat yang nyaman untuk mendirikan 2 tenda, dapatlah kami lokasi persis sebelah sungai. Awalnya kukira sempit, ternyata cukup juga #lega. Enaknya dekat sungai ini, anak-anak happy  bisa main air terus.

IMG_20180908_164012

mendirikan tenda

 

Untuk makan disini ada warung, tapi aku kurang tahu menunya karena kami membawa perbekalan makan sendiri. Warung ini sepertinya cuma ada pas weekend ya, soalnya ketika hari senin dia tutup ternyata. Jadinya kalau butuh ke warung harus naik ke area parkir. Kalau mau aman akan makanan, memang paling enak bawa bekal sendiri. Waktu itu kami membawa bekal sosis, nugget, daging bumbu merah, ayam ungkep dan sayuran sop yang sudah dipotong ke dalam cooler box. Alhamdulillah sampai senin perut aman. Untuk perbekalan air minum, bisa dengan membawa air pakai jeriken (kata jerigen gak baku ya).

IMG_20180910_125317

warung yang tutup

 

IMG_20180910_130240

warung di area parkir buka

 

IMG_20181106_150806

menikmati makan di pinggir sungai 

 

Kegiatan kami selama di capolaga banyaknya menikmati alam. Anak-anak mandi di sungai berkali-kali. Aku juga ikutan mandi di sungai #dingin. Kulit alhamdulillah aman. Para bocah juga sempat main ke curug bersama tantenya, disini ada 3 curug loh. Kami juga main bulutangkis dan sepak bola, walau bolanya bolak-balik nyemplung sungai. Keindahan panorama disini juga kami abadikan dalam watercolor sketching.

IMG_20180908_163725

main air 1

 

IMG_20180909_081056

main air 2

 

IMG_20180910_090054

main air 3

Cuaca di capolaga ketika siang itu sejuk, sedang ketika malam dingin namun tak sampai harus memakai jaket tebal. Jadi sangat nyaman untuk camping.

IMG_20180909_154920

coretan ayah

Di hari senin yang area camping sudah sepi. Kami pulang di siang hari dan memakai jasa porter lagi. Tiga hari dua malam di capolaga, dua bocah masih kurang. Cakrawala bahkan gak mau pulang #betah. Nanti ingin balik camping disini lagi ah, sungainya yang jernih ngangenin.

 

2

Menikmati Asian Games 2018 : Sepak Bola

Sedikit cerita kami menikmati keseruan Asian Games 2018.

——————————————————————————————–

Mendengar Timnas Indonesia masuk 16 besar dan akan melawan Uni Emirat Arab (UEA), tentu kami yang menyukai bola ini ingin sekali nonton. Apalagi tandingnya di stadion Wibawa Mukti yang letaknya dekat rumah, sekitar 15an menit dari rumah. Tetapi tiket yang dijual secara online sudah habis. Lalu, kami mendengar dari pengurus SSB tempat lintang berlatih bola kalau tiket offline itu masih ada pas hari-H dan orang-orang biasanya antri dari pagi. WOW banget ya. Jadilah pagi itu tanggal 24 Agustus 2018 begitu bangun tidur Lintang langsung ngajakin ayahnya ke stadion. Sampai di sana ternyata antrian sudah Panjang mengulaaaar. Pulanglah mereka berdua dengan tangan kosong #sabar. Kami membesarkan hati untuk nonton di TV.

Baru sekitar jam 11:31 ada WA dari Pak Candra.

Screenshot_2018-08-31-08-19-51-614_com.whatsapp

 

Kaget dan deg-degan ketika membacaWA itu. Karena bayanginnya pasti disana ruaamee banget, apakah anak akan bisa nonton dengan nyaman dan aman. Nonton terakhir Timnas Indonesia bertanding secara langsung dulu banget di GBK semasa belum punya anak.

Pertandingan mulai jam 4 sore dan kami berangkat jam 2 dari rumah. Menuju lokasi jalan sudah mulai tersendat dan kesulitan dapat parkir. Orang-orang parkir di pinggiran jalanan sepanjang menuju stadion. Kami dapat parkir agak jauh dari stadion dengan kenyataan anak-anak tidur di mobil. Jadilah Pak Candra menunggui anak-anak dulu tidur sebentar dan aku duluan makan siang. Skenarionya makanan  buat mereka bertiga aku bungkusin dan dimakan sebelum masuk stadion.

Sepanjang jalan dari parkiran menuju stadion, banyak sekali orang jualan kaos dan pernak-perniknya. Melihat orang-orang yang semangat nonton, ku bahagia.

IMG_20180825_171609

Kami siap dukung Indonesia.

Masuk stadion melalui pintu khusus untuk penonton keluarga. Di pintu berderet petugas mengecek, tak boleh bawa makanan dan minuman dari luar. Suasana dalam stadion sudah ramai, kami di arahkan ke gate sesuai kelas tiket. Tetapi banyak gate yang sudah ditutup karena pada penuh. Kami akhirnya masuk gate yang harus mengharuskan naik beberapa tingkat *ngos-ngosan. Ternyata disitu juga penuh. Turunlah lagi kami untuk mencari tempat di gate lain. Setelah 20 menit pertandingan dimulai, barulah kami dapat tempat duduk yang nyaman.

 

IMG_20180824_170057

alhamdulillah bisa nonton dengan nyaman.

Lintang sangat menikmati pertandingan dan Cakrawala juga antusias. Barulah di babak kedua kompak mengeluh lapar 🙂 .

IMG_20180824_162736

Puas nontonnya.

Seru banget menonton secara langsung. Teriakan, nyanyian dan yel-yel tak hentinya bergema. Ku terharu. Apalagi ketika Indonesia menyamakan skor ketika babak ke dua akan berakhir. Kami berempat jingkrak-jingkrak kegirangan. Bahagianya itu priceless banget.

IMG_20180824_184342

Babak tambahan.

Pertandingan lanjut dengan babak tambahan. Deg-degannya lanjut dan memuncak ketika adu pinalti. Tendangan pinalti dua pemain Indonesia gagal dan tendangan terakhir pemain arab masuk, Indonesia kalah, namun walau kalah ku tetap bahagia. Timnas mainnya bagus banget. Super!!

IMG_20180824_185902

Foto ketika pertandingan usai.

 

Asian Games 2018 ini sungguh berkesan sekali. Semangat nasionalisme berkumandang di mana-mana. Anak-anak juga belajar banyak dari Asian Games.

Selamat kepada semua atlet, pelatih dan penyelenggara. Kalian luar biasa.

Jayalah terus Indonesiaku!!.

 

 

3

Menonton Film Anak “Petualangan Menangkap Petir”

Menonton film anak adalah salah satu cara belajar yang kami pilih untuk homeschooling anak-anak. Jadi kalau ada film anak di bioskop, kami usahakan nonton.

Tahu info film ini dari sebuah WAG yang aku ikuti, tepat sehari sebelum tayang. Padahal aku itu sudah follow IG khusus film Indonesia yaitu @filmnasional dan @film_indonesia, namun tidak melihat ada promo postingan film ini di Instagram mereka. Kalau promo TV kami tak tahu, karena memang kami memilih untuk tidak menonton TV di rumah.

Sebelum nonton kami selalu bertanya lebih dulu, apakah anak-anak mau diajak? Karena kadang walau film anak, mereka berdua tak mau nonton. Begitu Lintang Cakrawala ditunjukkan trailer film ini, mereka suka dan tertarik nonton. Jadilah tanggal 30 Agustus kemarin (di hari pertama penayangan) jam 10.50 kami sekeluarga nonton film Petualangan Menangkap Petir. Keadaan bioskop di hari itu cukup sepi. Kadang rame loh walau hari kerja, terutama kalau ada film-film marvel sedang tayang. Enaknya nonton di hari kerja itu, harga tiket bisokopnya setengah hari libur. Cukup mengeluarkan kocek @25rb per orang. Coba popcorn nya juga setengah harga ya, hahahaha..

Oh ya, kami nonton di Cinemaxx karena XXI dan CGV belum ada di Cikarang. Sedikit informasi, tiket bioskop untuk anak diberlakukan untuk usia 3 tahun ke atas.

IMG_20180830_102926

Aturan tiket anak

Kami masuk pertama begitu ada panggilan “Pintu teater 3 sudah dibuka….” dan ternyata hanya kami berempat penontonnya dari film mulai sampai film berakhir. Mungkin karena nontonnya di hari pertama dan jam pertama pemutaran ya. Serasa bioskop pribadi 🙂 .

IMG_20180830_104817_HHT

Kalau saja nonton film horror mungkin akan semakin horor.

Bagaimana filmya? Anak-anak menikmati dan tak menjadi bosan. Ketika ditanya, Cakrawala bahkan menjawab “suka banget”. Kalau aku, suka di bagian depan ketika disuguhi keindahan setting film yaitu Kota Boyolali serta pengenalan tokoh, namun agak bosan di tengah film dan segar kembali di akhir film.

IMG_20180830_104932

Formasi lengkap

Film ini secara garis besar tentang hubungan anak dan orang tua, persahabatan dan tentang meraih cita. Bukan tema yang baru dalam film anak. Ada muatan kearifan daerah boyolali yang ditampilkan. Ada juga kutipan yang menggelitik, yaitu ketika si tokoh utama minta diajarin bikin film, Abimana yang berperan sebagai orang yang diminta jadi guru bilang “Ngapain bikin film, sana kerjain LKS saja”.

Kalau mau baca review lengkap, monggo mampir ke blog review film nya mas Arya yaitu mydirtsheet.com. Aku suka baca blog review film ini buat bahan bacaan sebelum nonton.

Aah….nonton film ini jadi ingin bikin film juga. Paling tidak dimulai dari film pendek. Ada yang tahu kamera OK buat bikin film untuk pemula? Bagi info ya 🙂 .

 

0

Menikmati Asian Games 2018 : Pencak Silat.

Sejak sebelum Asian Games 2018 digelar, kami sekeluarga sudah meniatkan diri untuk menonton. Bahkan kepikiran untuk road trip ke Palembang, demi Asian games (dan pempek 🙂 ). Namun karena jadwal gashuku karate Lintang, kami batalkan keinginan itu.  Karena tak beli tiket dari awal, banyak cabang olahraga yang habis tiket. Ditambah lagi macetnya tol Cikampek-Jakarta yang macetnya belum sembuh plus kebijakan kendaraan ganjil genap, kami tak bebas untuk melaju ke Jakarta. Jadi dipilihlah cabang olahraga Pencak Silat yang bertanding di Padepokan Pencak Silat TMII. Waktu kami tiba disana, kami dapat membeli tiket secara langsung tanpa antri. Mungkin faktor hari pertama pertandingan (Preliminary) juga sih.

IMG_20180823_114903

Begitu tiket ditangan, kami langsung kepintu masuk. Di pintu masuk tas diperiksa dan tak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. Aku yang membawa tumbler berisi minuman diminta untuk menghabiskannya. Kirain karena alasan keamanan maka tak boleh bawa makanan minuman, ternyata oh ternyata karena ada jualan para sponsor di dalam. Padahal kubawa tumbler biar bisa #zerowaste.

IMG_20180823_132403

Penampakan para sponsor yang menjual produk.

Begitu masuk, kami disambut oleh tiga mascot Asian Games 2018 yaitu Kaka, Atung dan Bhin-Bhin. Lintang dan Cakrawala yang memang koleksi boneka hewan sudah punya dong 2 maskotnya, beli di Alfamart. Kirain disana juga ada stan penjualan merchandise Asian games, ternyata tak ada. Padahal kami ingin beli boneka Kaka.

IMG_20180823_135543

Menuju vanue pertandingan begitu lancar, karena ada kakak-kakak volunteer yang berjaga sepanjang jalan yang membantu mengarahkan. Bahkan foto diatas itu, mereka loh yang menawarkan untuk memotretkan.

Ketika kami masuk arena, ternyata sudah selesai pertandingan satu atlet pencak silat dari Indonesia. Begitu kami duduk, alhamdulillah ada atlet Pencak Silat Indonesia lagi yang bertanding. Suasana di sana begitu semarak. Teriakan dukungan bergema. Rasanya bahagia sekali berada di tengah para suporter Indonesia. Indonesia..prok..prok..prok..!!!. Indonesia…prok…prok…prok….!!!!.

IMG_20180823_120102

Sebelum istirahat siang, kebagian duduk di deretan depan.

 

IMG_20180823_140224

Setelah istirahat siang, kebagian kursi di deretan atas

 

IMG_20180823_143630

Menonton pertandingan secara langsung, deg-deg banget, berkali-kali dari nonton di TV. Apalagi kalau skornya tipis dengan lawan, teriak di mulut dan berdoa dalam hati. Siang itu kami  menonton 4 laga pertandingan pencak silat. Tiga pertandingan dari atlet pencak silat Indonesia dan ketiganya menang. Hore!!! Pas baca berita, di final 2 Atlet tersebut yaitu Komang Harik Adi Putra dan Abdul Malik menyumbang emas untuk Indonesia, sedangkan Amri Rusdana mengantongi medali perunggu. Alhamdulillah. Eh, si atlet pencak silat  malaysia yang marah karena kalah dari Komang Harik itu, kami juga nonton langsung pertandingannya. Dia memang kelihatan jago sih. Konon juga langganan juara, jadi mungkin lebih susah kali ya buat mengaku kalah (spekulasi mamak-mamak).

Kami pulang sekitar jam 4 sore, tak menunggu semua pertandingan usia hari itu. Anak-anak udah kelihatan letih dan kami juga tak mau terjebak macet panjang di Tol Japek.

Asian Games 2018 ini sungguh momen yang bagus bagi anak-anak untuk lebih mengenal profesi atlet. Menyerap nilai-nilai baik dalam dunia olahraga. Nilai kerja keras, disiplin, pantang menyerah dan menjaga pola makan. Cinta terhadap tanah air juga semakin menyala, Lintang dan Cakrawala bahkan kini punya cita-cita baru sebagai atlet sepak bola. Eh, hari ini juga ada final Pencak Silat. Semoga emas bisa diraih ya..

Salam Olahraga!!.

 

 

 

2

Apa Mimpimu?

Mimpi, sesuatu yang membuatmu tersenyum ketika mengingatnya. Senyummu semakin melebar ketika mencoba merangkai jembatan kearahnya. Konon katanya, mimpi perlu dibagi agar banyak yang mendoakan itu terjadi atau bertemu dengan orang yang memiliki mimpi yang sama dan mimpi itu akan terlampaui.

Salah satu mimpi dalam hidupku adalah mempunyai sebuah perpustkaan, di mana aku bisa berdiri diantara tumpukan buku yang menjulang, melihat orang serius membaca dalam sepi dan aku bahagia melihatnya.

Kini, aku mulai melangkah ke arah mimpi itu, lewat sebuah nama “Tenda Baca Nice”. Masih jauh secara fisik, tapi melihat ada anak yang membaca tetap meninggalkan rasa hangat di hati.

IMG_20180220_170745

Tenda Baca Nice dengan duo Lintang Cakrawala yang setia menemani Bunda bertugas.

 

IMG_20180726_164520

Ayo membaca 🙂

Tenda Baca Nice (TBN), bermula dari keinginan untuk membuat taman baca di dalam cluster perumahan, sebagai alternatif anak-anak mengisi kegiatan sore. Kami memanfaatkan sebuah gazebo terbuka di pinggir taman ditambah sebuah rak buku mungil sumbangan dari @mattoafurniture, maka awal februari kemarin TBN resmi beroperasi. Buku-bukunya sumbangan dari warga cluster, Lintang dan Cakrawala termasuk donatur buku. Melihat mereka berdua ikhlas menyumbangkan buku, merupakan satu poin pembelajaran yang tak ternilai. Bahkan kini kami juga menerima sumbangan buku dari pihak luar yaitu dari penerbit buku anak Rabbith Hole dan Penulis buku seri Eating Clean Ibu Inge @projecteatingclean.

img_20180717_170125.jpg

Buku Sumbangan @rabbitholeid

IMG_20180817_061728

Buku sumbangan dari @projectcleaningeat

 

Untuk menarik minat para pembaca usia dini, kami juga mengisi kegiatan TBN dengan prakarya. Anak-anak TBN semangat sekali untuk bebikinan. Bahkan ada yang cuma datang buat bikin-bikin (*dilarang baper ya buk 🙂 . Semoga semangat membacanya juga tumbuh nantinya.

IMG_20180213_165836

Wajah bahagia setelah berhasil membuat origami katak

 

IMG_20180227_162033

Mewarnai juga asyik 🙂

Untuk taman baca sederhana ini, tantangan tetap ada, ada kalanya ramai anak membaca, ada kalanya sepi. Kami harus berusaha kreatif dalam menarik anak-anak untuk datang. Pengelolanya juga baru dua orang yaitu saya dan Bu Dwi. Bu Dwi akan pergi September besok ke Australia untuk menemani suaminya kuliah di sana. Semoga TBN mendapat penggantinya. Amin.

Sekian dulu cerita tentang TBNnya. Kalau ada yang mau mampir, silakan datang ya 🙂 . Sumbangan buku anak layak baca juga kami terima dengan tangan terbuka.

Salam Literasi.

 

2

Apa Kabar?

Sudah lama sekali sejak postingan terakhir di blog ini ya, hampir 5 bulan. Wow… Ada yang kangen? 🙂 . Padahal awal tahun udah sok setting target posting seminggu 2 kali *haduh. Kalau ingat itu jadi malu sendiri dan kalau dituruti malah bisa setahun nih bolos posting *amit-amit. Semoga abis postingan pertama setelah pingsan ini, aku jadi rajin menulis blog lagi. Amin.

Kalau mau ditelisik penyebabnya, yang sebenarnya pembenaran dari kemalasan, hahaha…tapi biar nggak merasa bersalah amat, kita jadikan dia kambing hitam lah ya. Sejak punya laptop baru hadiah dari suami paling baik hati di dunia (kode biar sepatu Adidas di ACC) aku berniat rajin posting. Apalagi kemudian juga beli MiFi dari salah satu provider seharga 300rb-an. Tapi ternyata MiFi ini boros banget sehingga membuat aku patah hati. Mau nulis lewat Hp lagi ku tak mau, pegel buat ngetiknya.

Untunglah suami yang baik hati (kode lagi) udah pasangin wifi di rumah awal bulan ini. Terima kasih suami. Alhamdulillah dengan paket 100mbps jaringan internet di rumah lancar jaya. Yipppiee!! Bahkan buat nonton drakor pun anti tersendat *upsss 🙂 .

Baru nyoba 1 drama korea lewat VIU sih, yang bikin bergadang dan lalai mengurus anak, hihihihi.. What’s Wrong With Secretary Kim ini bikin ketagihan nonton. Padahal formula cewek miskin + pria kaya sudah sering banget ya di dunia drakor. Tapi aku rekomendasikan drakor ini.

Nulis apa lagi ya? Udah ini dulu. Rencana ke depan mau nonton versi baru Meteor Garden. Idola banget Meteor Garden ini waktu SMA #angkatanJerryYan. Eh, kenapa jadi bahas drakor ini 🙂 .

Sampai jumpa di postingan selanjutnya yang semoga lebih dari sekedar bahas drakor. Tapi bahas drakor juga gak apa-apa kan?.