0

Cerita Kelas Kurikulum Keluarga Kita

Sudah pernah dengar tentang Rangkul?ย Keluarga Kita? Najeela Shihab? Diantara ketiga hal tersebut, saya paling familiar ketika mendengar tentang Ibu Najeela Shihab, pertama karena saya ngefans sama Bapak Quraish Shihab, kedua karena kiprah beliau dalam dunia pendidikan anak.

Perkenalan saya dengan rangkul karena membaca postingan teman yang menjadi rangkul (terima kasih sosmed ๐Ÿ™‚ ). Tapi hanya sekedar tahu, oh…ada acara seperti ini. Semakin ngeh, waktu ketemu Mbak Tika yang cerita mau ikut kelas fasilitator keluarga kita dan waktu itu akan dibuka juga Kelas Kurikulum Keluarga Kita di Jakarta. Merasa berjodoh mendengar info itu dan testimoni yangย  bagus dari Mba Tika, aku menjadi begitu tertarik. Cerita ke suami, di-acc, Brangkat…!!.

IMG-20180312-WA0028

Kelas Kurikulum Keluarga kita dibagi menjadi 3 sesi, Hubungan Reflektif, Disiplin Positif dan Belajar Efektif. Ketiga kelas tersebut saling berhungan dan enaknya diberikan jeda 1 bulan antar kelas, sehingga bisa sekalian trial materi yang didapat. Ikut ketiga kelas ini ibarat merangkai jembatan antara semua ilmu parenting yang selama sini aku pelajari. Yang biasanya dapat awalnya saja atau ujungnya saja, di kelas kurikulum aku merasa menemukan benang merah dan gambaran besar tentang pendidikan keluarga. Terima kasih Bu Ela dan tim ๐Ÿ™‚ .

Selain materi yang oke punya, perjalanan PP antara Cikarang – Jakarta memiliki cerita tersendiri. Mengingat tol Jakarta Cikampek yang gila banget macetnya akhir-akhir ini, kami selalu berangkat persis setelah sholat subuh.ย Anak-anak pun diboyong dalam keadaan tidur. Aku menjadi orang yang pertama datang ke lokasi, hehehe.. Acara mulai jam 09.00 dan aku sudah sampai di jam 07.00.ย  Terima kasih Ayah, Lintang dan Cakrawala atas segala dukungannya.

Cerita pulangnya pun meninggalkan kesan. Di kelas pertama, pulangnya aku naik KRL. Itu adalah naik KRL pertama aku sendirian dan pertama kali juga pakai grab bike. Naik KRL dari Manggarai ke Cikarang di saat pulang kerja, sungguh WOW suasananya. Aku yang tak nyaman dengan ruangan sempit, merasa mual diantara himpitan para penumpang yang berdiri. Bersyukur tak sampai pingsan. Alhamdulillah.

Pada kelas ke-2, perjalanan pulangnya tak kalah drama. Jadi kelas ke-2 itu adalah hari terakhir kerja sebelum besoknya long weekend. Jalanan macet semacet macetnya di mana-mana. Aku waktu itu nembeng mobil teman yang pulang ke Purwakarta. Kami keluar kelas jam 5.30 sore dan sampai Cikarang jam 11 malam. Terima kasih Sillvy dan Mas Anwar atas tumpangannya.

Pada kelas ke-3, drama belum berakhir. Si Ayah waktu itu memutuskan menjemputku. Ayah menunggu di daerah Tanah abang dan aku naik grab bike menuju ke sana. Aku naik ojek dalam keadaan hujan dengan memakai payung, ditambah dengan macet. Jarak yang sebenarnya dekat harus ditempuh lebih dari 1 jam. Ramai benar Jakarta di jam pulang kerja ya. Merasa banyak bersyukur selama ini bisa tinggal nyaman di rumah tanpa merasakan macet.

Namun, ilmu yang didapat selama 3 hari itu dapat mengobati semua drama perjalanan. Semoga menjadi ilmu yang barokah, amin. Semoga segera bisa berbagi meRangkul para orang tua di kelas-kelas rangkul nanti, Semangat!!

 


Cerita Bonus

Cerita ini adalah cerita Pak candra mengasuh dua bocah ketika bundanya sedang belajar. Lintang dan Cakrawala diajak jalan-jalan selama aku ikut kelas. Kata Ayah, kalau diasuh di rumah kasihan kalau ingat bundanya, secara selalu ditemani bunda setiap hari.

Ketika kelas pertama, mereka ke Ancol. Main pasir di pantai dan mengunjungi Sea World. Heboh banget cerita mereka tentang Sea World ini. Cerita berbagai macam ikan yang selama ini cuma dilihat di buku. Apalagi dapat bonus boneka dari ayah.

IMG_20180131_100209

IMG_20180131_122450_HHT

Terpukau.

IMG_20180131_132056

Menambah koleksi boneka hewan di rumah.

 

Ketika kelas kedua, mereka meluncur ke Bogor. Tujuannya adalah Taman Wisata Matahari. Hujan menyapa kedatangan mereka. Di sana mereka meneropong mercusuar, foto-foto di arena 3D, main di istana boneka dan loncat-loncat di trampoline. Ada kejadian pilu di trampoline ini. Cakrawala keseleo, yang membuat rombongan memutuskan pulang. Keseleo-nya ini sampai 3 harian. Selama itu dia ke mana-mana minta gendong. Syukurlah akhirnya sembuh tanpa harus dipijat dan diobati.

IMG_20180215_114023

Hujan tak surutkan langkahku.

img_20180215_115540_hht.jpg

Posenya tak kompak ๐Ÿ™‚

IMG_20180215_121203

Tempat kejadian perkara keseleo.

 

Pada kelas ke-3, mereka bertiga masih lanjut jalan-jalan. Kali ini mengunjungi Kebun Binatang Ragunan.

IMG_20180314_101541

Andai aku setinggi jerapah.

IMG_20180314_103201

Gajah ini hewan kesukaan Cakrawala.

IMG_20180314_103608

Dari Ragunan, mereka lanjut ke Ikea. Gak kurang jauh itu mainnya pak ๐Ÿ™‚ . Setelah kenyang di ikea, trio ini menjemput aku di Tanah abang.

IMG-20180314-WA0004

Es krim ikea yang enak dan murah.

Sekali lagi terima kasih ya Lintang, Cakrawala dan Ayah. Semoga kita menjadi keluarga yang saling mencintai dan selalu mendukung dalam kebaikan. Amin.

Advertisements
0

Buku Bulan Maret

Setelah bulan februari berlalu sebagai bulan malas baca buku, sampai pertengahan maret aku masih dilanda kemalasan. Padahal di bulan januari lalu, aku cukup produktif membaca. Dua buku tebal yaitu “Origin” Dan Brown dan “The Silkworm” karya Robert Galbraith berhasil aku lahap di bulan itu.

Syukurlah di bulan maret ada buku penyelamat, si “Aroma Karsa” yang sudah ku tunggu-tunggu. Sebelum muncul versi cetak, buku ini sudah dibuat dalam format digital secara bersambung. Akan tetapi aku memilih tidak berlangganan, aku tak mampu menahan rasa penasaran.

Begitu versi cetak dijual di toko buku, aku langsung minta diantar Pak suami ke Gramedia. Kami menuju Gramedia Karawang, karena di Cikarang belum ada. Pernah ada toko buku di Mall Lippo Cikarang, tapi terakhir kesana toko tsb. sudah digusur dan digantikan toko pernak pernik jepang *aku berduka.

Ketika kami tiba di Gramedia Karawang, suasana lobi sedang ramai #tumben. Ternyata ada Pidi Baiq penulis buku dilan yang fenomenal itu. Sepertinya habis acara Meet and Greet gitu, soalnya lagi pada ngantri foto. Ingin ikut sih, tapi malu, hahaaaaa…

Di lantai dasar juga sedang ada bazaar, banyak buku obral, Yeaay!! Kesempatan buat menambah stok buku bacaan ringan. Salah satu caraku memupus keengganan membaca adalah, memilih membaca buku ringan sebagai awalan.

Dari pencarian antar tumpukan buku, didapatlah 3 buku yaitu Buku Menyulam (obsesi lama yang belum direalisasikan, hehee…), Bukunya Ninit Yunita “Kok, putusin Gue?”, dan buku “12 Best Stories of Sherlock Holmes”.

 

IMG_20180326_061343

Coba tebak berapa harga buku menyulam? Rp10.000 dan dapat CD pula. Wow kan?

 

Di lantai 1 tujuan kami berikutnya. Tempat bersemayam buku Dewi Lestari terbaru. Sempat PO buku ini dulu, tapi kehabisan budget buat beli buku di februari kemarin ๐Ÿ™‚ . Beli buku di toko itu tetap menimbulkan efek antusias, sekalian bisanampang di depan deretan buku.

IMG_20180317_124729

Bonus foto bersama 2 Superhero.

 

Jadi 4 buku itulah yang menemani aku di bulan maret ini. Buku menyulam belum praktek sih, tapi udah beli benang dan jarumnya kok ๐Ÿ™‚ . Buku nya teh Ninit sudah dilahap dalam 1 hari. Masih heran ngapain Hari selingkuh dari Maya. Bukunya Pak Sherlock baru dibaca 2 judul, sungguh Bahasa terjemahannya gak nyaman dibaca.

Sedangkan buku Aroma karsa, dibaca beberapa hari dan menimbulkan efek menelantarkan suami dan anak, hahaha… aku itu kalau sudah serius baca, suka hilang fokus ke hal lain. Terima kasih ya anak suami yang sabra menunggu aku yang tenggelam dalam cerita Jati Wesi dan Puspa Karsa. Buku Aroma Karsa ini bikin aku iri sama Jati Wesi, bisa-bisanya dia membaui aneka aroma dengan hidung tikusnya. Bagi aku 10% saja dong…Hahaha…

 

Semoga bulan April aku lebih produktif membaca. Semangat literasi!!

 

 

 

0

Field Trip Komunitas Hebat Bekasi : Ke Bakmi GM

Salah satu tulisan yang bertapa dalam draft, yuk kita posting saja. Kejadian perkara pada tanggal 30 November 2017. Belum sampai 12 purnama lah ya, hehehee…


 

Siapa pecinta Bakmi GM?? Bakmi enak sih, tapi bukan favorit aku. Karena yang aku suka saudaranya BAKmi yaitu BAKso ๐Ÿ™‚ .
Tahu info kalau bisa fieldtrip ke Bakmi GM itu pas kami datang ke acara Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2017 di Perpustakaan Nasional. Di sana ada stan bakmi GM. Sebagai penyuka kunjungan ke tempat usaha, aku langsung semangat nanya-nanya. Ternyata kuotanya minimum 35 anak. Jadi berhubung anak kami baru 2, cari teman dong ya.
Salah satu manfaat berjejaring adalah bisa melakukan kegiatan bersama. Maka aku sampaikanlah informasi tentang field trip keย Komunitas Hebatย Bekasi.ย Alhamdulillah, respon teman-teman antusias sehingga kuota bisa terlampaui. Yipppiee!!

Selanjutnya aku menghubungi pihak bakmi GM terdekat, kalau untuk warga bekasi di Ruko Summarecon Bekasi no telepon (021) 89454728 ke Ibu Charlie. Fasilitas yang didapat pada fieldtrip ini yaitu 1 porsi bakmi GM, 1 botol air mineral, 1 buku mewarnai, 1 celemek dan sertifikat.

Pada hari H, kami langsung berkumpul di lantai 2, di tempat yang telah disediakan tempat duduk anak yang ditata berderet. Menunggu sampai jam 10.00, waktu yang disepakati akan dimulainya acara. Acara dipandu oleh 3 Kakak dari Bakmi GM. Dimulai dengan menyanyi dan menari bersama, menonton video pengenalan Bakmi GM, dan tanya jawab kuis.

 

IMG_20171130_103805

Ready to dance.

 

 

Setelah itu, anak-anak dibagi beberapa kelompok untuk tour ke kasir dan dapur. Mereka membentuk barisan ular naga ๐Ÿ™‚ . Ibu Bapak menonton sambil sibuk foto *khas ortu zaman now.

 

IMG_20171130_110049

Menuju dapur.

 

 

 

Lelah berkeliling (dan disuruh pose buat foto), acara lanjut dengan membuat pangsit. Peserta dibagi beberapa meja dan menonton video pembuatan pangsit terlebih dahulu. Dari menonton video yang diharapkan mereka mengerti ini (dan sepertinya belum), mereka berkreasi dengan kulit pangsit, daging dan sumpit. Lintang dan Cakrawala masih kagok bikinnya, tapi mereka tertarik. Sepertinya cara membuat pangsit lebih efektif ketika diajari langsung oleh Kakak Bakmi GM.

 

IMG_20171130_111638

Cekrak, cekrek, upload ๐Ÿ™‚

 

 

IMG_20171130_111805

Daging + sumpit + kulit pangsit = aku bisa ๐Ÿ™‚

 

IMG_20171130_111928

 

IMG_20171130_112036

Taraa!! Jadi.

 

 

Kelar semua rangkaian acara, tibalah menikmati mie yang pangsitnya mereka buat tadi.ย  Mereka bergilir membawa wadah, memasukkan mie dan kawannya ke dalam wadah masing-masing dengan bantuan Kakak-kakak bakmi GM. Setelah itu juga dibagikan sertifikat kepada semua anak.

 

IMG_20171130_114555

Nyum…nyum…

 

Bakmi yang sudah di tangan boleh dimakan di tempat atau dibawa pulang. Dan pilihannya jatuh kepada, dimakan di tempat. Lapeeer soalnya. Lintang Cakrawala doyan dan mienya habis.

IMG_20171130_115254

IMG_20171130_115257

Sejak itulah kalau ke mall mereka tersugesti untuk makam Bakmi GM setiap melihat logonya. Selamat Bakmi GM, anda sukses menjaring pelanggan ๐Ÿ™‚ .

 

0

Purwakarta : Saung Manglid

Sudah 2 minggu ini Cakrawala dan Lintang bergantian sakitย common cold. Aura emak dan anak yang letih itu memunculkan ide untuk keluar mencari udara segar. Awalnya mau ke Bogor, tapi ngebayangin macet jadi jiper. Balik kanan lah kami ke arah timur, Purwakarta. Purwakarta salah satu destinasi andalan kami apabila ingin makan sate. Sate Maranggi Cibungur Hj Yetty favorit aku dan suami.

Akan tetapi kali ini Tujuan kami ke Saung Manglid, sebuah tempat makan di daerah dataran tinggi Purwakarta. Kami kesana hari kamis kemarin dan perjalanan menuju kesana lancar. Sekitar 2 jam mengendarai mobil.

Saung Manglid ini terletak di daerah persawahan, tidak persis di samping jalan raya. Jadi harus masuk jalan kecil gitu, tapi jalanannya OK kok. Begitu tiba di lokasi, wajah dua bocah langsung sumringah. Mereka emang paling doyan kalau melihat hamparan tanah luas dengan aneka tanaman.

Saung Manglid ini mengusung tema tempat makan terbuka diantara tanaman hias, sayuran dan kolam ikan.

IMG_20180322_130443.jpg

saung ini dikelilingi sawah.

 

IMG_20180322_124432

Sayuran segar

 

IMG_20180322_130450

bisa memilih duduk di kursi atau lesehan.

 

Hari kamis disini tidak ramai, ada 3 keluarga selain kami dan rombongan ibu-ibu yang menikmati foto-foto di taman. Jadi ada sebuah taman gitu disini yang dihiasi anyaman bambu dan aneka tanaman, berbayar @Rp10.000 untuk tiket masuk.

Favorit Lintang Cakrawala disini adalah memberi makan ikan. Ada banyak ikan di dalam kolam, yang akan berebut dan mangap-mangap kalau dikasih makan. Pakan ikannya beli disini, 1 kantong harganya Rp5.000. Mereka sampai habis 4 kantong pakan buat jajanin para ikan itu ๐Ÿ™‚ . Nyam…nyam…nyam..

IMG_20180322_130342

Kolam favorit dua bocah

 

IMG_20180322_134046

apa mau jadi peternak ikan le ๐Ÿ™‚

 

Harga makanan disini wajar bahkan tergolong murah. Kami pesan paket ikan nila goreng untuk 2 orang. Dapatnya ikan nila goreng ukuran sedang, nasi sebakul (yang isinya berlebih buat 2 orang), lalapan, sambal, 1 teko besar teh tawar dan 4 potong tahu tempe goreng. Semua itu Rp75.000. Kalau di cikarang harga segitu cuma dapat ikannya doang, hahaha.. Buat anak-anak kami pesan sepiring kentang goreng (Rp15.000) dan jus segar (Rp15.000).ย Rasa makanan juga enak. Berasa sekali gurihnya ikan segar.

IMG_20180324_050918

terlambat foto, ekor ikan udah dilahap ๐Ÿ™‚

 

Perut kenyang dan puas ngasih makan ikan, kami mau belanja perlengkapan hidroponik dan aneka benih sayur yang juga dijual disini. Sayang sekali tokonya tak bisa dibuka karena kuncinya dibawa Pak Bos *kumaha atuh pak.

Tak jadi belanja, kami memutuskan pulang. Biar si duo bisa tidur siang di jalan. Perjalanan pulang kami ditemani hujan dan benar saja mereka berdua tertidur sebentar setelah mobil melaju.

Sehat selalu ya anak-anakku. Kita jelajahi bumi yang indah ini bersama. Menyerap sari-sari ilmu yang tersebar luas di seantero negeri.

 

 


Saung Manglid

Kp. Parakanceuri Ds. Pusakamulya, Kec. Kiarapedes – Purwakarta

Informasi dan reservasi 0852 1060 9332

0

Perpusnas & City Tour

Tanggal 10 Maret kemarin Pak Candra ikut Pelatihan Dongeng Dasar yang diselenggarakan oleh Ayo Dongeng Indonesiaย  di Perpustakaan Nasional. Siangnya mereka akan mengadakan Dongeng Kejutan di Lantai 7 ruang baca anak. Pas banget, kami bisa ngintilin ayah.

Berangkat pagi banget dari Cikarang karena jam 08.30 pelatihan sudah mulai. Mentor dongengnya nantiย Kak Aio seorangย international storyteller dan juga penulis buku anak. Buku “Kanchil: kisah sebenarnya” memberi nasehat yang diingat Lintang Cakrawala, Hal yang baik harus dibagi.

Ini kali kedua kami ke Perpusnas, yang pertama waktu ada Festival Dongeng Internasional. Waktu itu ramai sekali, jadi kami belum sempat menikmati perpustakaan ini sebagai arena membaca.

IMG_20180310_083118

disapa buku begitu masuk

 

Begitu masuk perpustakaan, kami menuju lantai 6 untuk mengantar ayah ke tempat pelatihan dongeng. Lintang enggan untuk berpisah dengan Bapaknya. Lintah ini sungguh romantis ๐Ÿ™‚ .

Dari lantai 6, kami naik lift menuju lantai 7 (ruang baca anak). Ternyata, tak boleh bawa tas menuju ruang baca anak. Turunlah kami bertiga menuju lantai dasar, ternyata oh ternyata lokernya masih tutup dan baru buka jam 9.

Karena tak ingin bolak balik lagi, sekalianlah daftar jadi anggota perpustkaan dulu. Ruangan pendaftaran di lantai 2. Jadi pendaftarannya itu via online di deretan komputer yang ada di sana, yang again.. baru bisa diakses jam 9. Jadilah kami menunggu sambil baca koran.

Keasyikan baca koran, tak sadar kalau sudah jam 9, sehingga waktu aku input data sudah urutan 11, hahaha.. Syukurlah waktu tunggu tidak lama, secara 2 bocah sudah mati gaya. Proses fotonya juga sebentar dan kartu anggota langsung dicetak. Semuanya gratissss. Yeay, sekarang aku sudah menjadi anggota perpustkaan sampai 10 tahun mendatang.

Dari lantai 2, balik lagi dong ke lantai dasar buat nitipin tas di loker. Itu kayaknya kalau lift nya bias ngomong bakal bilang, “lo lagi..lo lagi” ๐Ÿ™‚ .

Sukses melewati semua drama naik turun lift, kami akhirnya bisa membaca buku dengan nyaman. Lintang memilih bacaan bertema superhero dan Cakrawala masih setia dengan dunia binatang. Pengunjung waktu itu relative ramai dan koleksi buku anaknya juga banyak. Tapi kemarin aku lihatnya lebih banyak buku sains daripada buku cerita bergambar.

 

IMG_20180310_100821

ruangan ini ceria dan nyaman

 

IMG_20180310_101049

asyik baca buku superman

 

Puas membaca, perut kami diserang lapar. Syukurlah jam 12an ayah telah selesai pelatihan dan menyusul kami di lantai 7. Raut muka Pak Candra campuran antara semangat tercerahkan dan juga lapar ๐Ÿ™‚ .

IMG_20180310_104650

ini suasana kelas Pak Candra tadi.

 

Di Gedung ini ada kantin, tepatnya di lantai 4. Kantinnya bersih dan menu makannya variatif. Ada nasi bersama aneka lauk, gado-gado, soto, bakso dan jus segar. Harga makanan di sini juga wajar.

 

IMG_20180310_122826

selesai makan, langsung minta dibacain buku yang didapat ayah dari pelatihan dongeng

 

Selesai makan, kami mau sholat di masjid lantai 6. Namun drama lift ternyata belum usai. Banyak antrian di depan lift ditambah tidak ada lift yang berhenti di lantai 4, padahal liftnya sudah ada 6 loh. Sepertinya lift langsung full terisi dari lantai 1. Naik eskalator pun tak bisa, Karena escalator terakhir ke lantai 4.

Jadilah kami turun dulu ke lantai 1 menggunakan escalator. Di lantai 1 pun antri, hehehe….lift juga full dari LG. Laris banget lift ini. Eh sekalinya kami dapat lift, liftnya error tak bergerak dan sempat mati lampu pula. Sungguh hal horror buat aku yang tak nyaman di ruangan sempit.

Setelah sekian lama di-PHP oleh lift, kami berhasil naik walau terpisah lift #lega. Oh ya, selain di lantai 6, mushola juga tersedia di lantai 7, di pojokan dekat toilet.

 

IMG_20180310_150614

menyimak dongeng Kak Aio.

Suasana di depan panggung dongeng sudah ramai. Kami menikmati setiap dongeng yang disajikan. Lintang dan Cakrawala bahkan berhasil menirukan lagu dan cerita dongeng yang mereka lihat. Menyenangkan!!

Selesai dari acara dongeng, muka dua bocah udah ngantuk. Tapi Lintang bersikeras ingin naik bus City tour yang ada di depan gedung perpusnas. Awalnya kami memang mau naik bus ini selagi ayah pelatihan, namun karena bus baru ada jam 10, kami jadinya ke perpus dulu. Eh malah keasyikan baca.

Lintang yang teguh pendirian ini (kayak ibu bapaknya sih) tetap kekeuh mau naik bus. Dengan semangat yang sudah tinggal 30% ini, kami menemani. Mobil kami titipkan di IRTI, karena jam 5 Perpusnas sudah tutup. Di dekat pintu masuk IRTI lah, terletak halte untuk menunggu bus. Ada dua halte, satu menuju kota tua dan satu lagi ke RPTRA Kalijodo. Kami memilih ke Kalijodo karena belum pernah kesana.

img_20180310_170349.jpg

tiket diberikan begitu sudah duduk

Menunggu bus datang tidak telalu lama, kalau kata petugasnya bus datang setiap 10-15 menit sekali. Namun untuk berangkat, tetap menunggu sampai bus penuh. Kami kebagian di bus bagian atas di tempat duduk paling depan. Pandangan yang luas dan tinggi membuat dua bocah bahagia. Namun begitu memasuki tol, seperti dugaan kami mereka tertidur.

IMG_20180310_170115

wajah norak baru naik bus tingkat pertama kali

Awalnya ku kira dalam bus akan ada pemandu yang menceritakan lokasi yang kami lewati, ternyata pemandunya hanya menjelaskan jam operasional yang mana kalau hari sabtu alias malam minggu, bus beroperasi sampai jam 10 malam. 

Sampai di RPTRA Kalijodo menjelang magrib. Lintang bangun dan mau bermain. Sedang Cakrawala tetap pulas di pangkuan bunda. Kami bagi tugas, Lintang main ditemani ayah dan Cakrawala yang pulas itu dipangku bunda (sampai kesemutan si bunda) di taman dekat halte bus.

 

IMG_20180310_182413

main di arena roller board

 

Cakrawala baru bangun ketika kami akan makan. Kami makan di taman dengan memanfaatkan jasa Go-food. Menu hokben penyelamat kami malam itu. Sebelum balik ke IRTI, kami sholat dulu ke masjid di seberang jalan. Dua bocah juga dimandiin disana. Kami sudah sedia baju ganti dan sabun buat jaga-jaga.

 

Semarak lampu di jalanan menemani kami malam itu. Dua bocah yang sudah tidur siang, menikmati malam dalam bus. Bus pun masih ramai, padahal waktu itu sekitar jam 8an.

 

IMG_20180310_204924_HHT

sebelum turun, baru ingat belum foto depan bus. foto satu-satunya dan ngeblur pula ๐Ÿ™‚

 

Sampai di IRTI sekitar jam 9an, langsung menuju mobil yang terparkir aman, dengan menghabiskan tiket parkir Rp16.000. Perjalanan pulang menuju cikarang pun lancar. Alhamdulillah…..

Jadi patut dicoba loh, paduan antara Perpusnas dan City Tour ini ๐Ÿ™‚ . Selamat Mencoba!!

 

 

 

2

haiiiiii haiiiiii

*Menemukan postingan ini diantara 14 tulisan yang bersemedi di Draft, Diposting aja lah ya walau sepertinya belum kelar ๐Ÿ™‚ . Kalau kata Cinta, “basi…madingnya sudah siap terbit”. Tapi ini udah menjadi Tanah kayaknya, soalnya sudah 4 tahun yang lalu, hahahaaa

—————————————————————————————————————————————-

 

Udah pas 2 bulan gak nulis sejak libur akhir tahun kemarin….why? sibuk sejak ditinggal ART :), drama influenza hampir 1 minggu, ueforia cuti hamil sejak pertengahan januari (gila ngegame–>smua orang protes–>sudah di uninstall ๐Ÿ˜ฆ , kehilangan modem dan yang pasti muaaaaleeees, haaaaahaaaaa.

Padahal banyak banget yg mo diceritain, mulai dari gagal liburan ke bandung pas akhir tahun, gimana rasanya ngurus anak di rumah all day, ulang tahun lintang, perkembangan adel, blanja blinji dll.

Mulai dari mana ya…..

1. Libur Akhir Tahun
Gagal ke bandung, padahal dah booking penginapan buat tgl 26/12/13, dah beli baju renang baru buat lintang, dan bikin list bawaan serta itenary super lengkap. akhirnya malem tahun baru kami nikmati dengan dinner di Telaga Seafood Lippo Cikarang bertiga dengan insiden bunda yang setengah jatuh pas turun dari mobil karna sok2an pake hak tinggi, lintang yang eek pas bapaknya lagi mo makan (nice son), rasa tomyam yang tidak sesuai harapan namun pastinya semua itu tidak mengurangi kebahagiaan bisa melewati tahun 2013 dalam keaadan SEHAT ๐Ÿ™‚ . Alhamdulillah

image

Siangnya…minta ijin suami tercinta nonton film laskar pelagi sang pemimpi di bioskop, yuuuup setelah long long time. Thx ya jooo mo jagain lintang pas bunda nonton.

image

Akhinya jalan2 ke bogor, beli tas di SKI dan ngajak lintang mengunjungi kuntum farm field. Di kuntum ada kambing, sapi, bebek, kolam ikan, burung buat memuaskan keingintahuan anak2 bagaimana ngasih makan ternak dan melihatnya secara langsung.

2. Lintang Ulang Tahun
Rencananya mo ngajak dia ke ragunan, tapi karna bertepatan dengan hari kedatangan yangkung, kami pending. Perayaan sederhana by kami sekeluarga, kalo gak ada yangkung dan yangti yang lg kesini, paling cuma ber-3. Diawali dengan beli cake di breadtalk (rasa OK, bunda & lintang doyan —> kapan y bisa bikin sendiri??), malem2 tiba2 bunda ada ide buat backdrop yang dilanjutkan oleh ayah sampe menjelang pagi (thx ya joo), tiba2 tersadar gak punya kado buat lintang, akhirnya pagi2 beli ikan koi buat kado (rencana nya ayah mo mempersembahkan kolam yang lg dibikin didepan rumah, tapi apa daya musim hujan menundanya)dan dia sukaaaaa liat ikannya….
Lintang belum bisa niup lilin coz gak pernah dateng ke acara ultah yang pake tiup lilin. Suka banget pas dengerin nyanyian ulang tahun dari bunda, beneraaan…. sampe video nya minta distel ulang terus ๐Ÿ™‚
Sehat terus ya naak, bunda & ayah always love u.muaaachhh…..

image

3. Adek Lintang
Blanjaan dah kelar smua : beli 1 set cooler bag unimom di http://www.gerailaktasi.com (lg ada promo harganya jadi 235.000), boneka rattle skiphop di anindhita shop, popok tali libby 2 set= 8 pcs @9.000 di grosirnatasha.com, dan terakhir beli ember buat baju kotor di hypermart (sengaja beli pas claris ada diskon 30%, yipppiiieee).

image

 

0

Camping di Kampung Cai Ranca Upas (Lagi)

Setelah hampir 2 tahun yang lalu Camping di Kampung Cai Ranca Upas, akhirnya seminggu yang lalu di hari Sabtu kami kembali lagi. Lama juga ya 2 tahun. Kalau aku analisa (sok iye) karena terakhir camping disini hujan seharian, dan dingin pake banget. Bawaanya mo pipis mulu, begitu keluar toilet rasanya mo pipis lagi ๐Ÿ™‚ . Trus ranca upas itu kan juga jauh ya, Alhamdulillah sekarang ada tol baru yaitu TOL SOROJA yang lumayan memangkas waktu tempuh sekitar 1 jam-an dari Cikarang. Terus dulu itu, camping ranca upas itu camping perdana kami sendirian tanpa grup dan bawaanya gak secanggih sekarang. Masih bawa bedcover buat selimut, belum punya sepatu boot anak (yang bawaannya si Lintang minta cuci kaki terus setiap kena becek), masih pakai panci buat masak (bukan nesting) sama belum punya flysheet buat penutup tenda. Jadinya bawaannya belum ringkes, rempong dan tenda rawan bocor.

 

Kemarin sabtu itu kita lebih ready dong, tapi ternyata ujian tetap datang. Jalan menuju area kemah macet lama, mana lagi laper perut minta diisi nasi (stok roti sudah tak bias menolong). Ternyata jalan buka tutup karena ada penggalian. Setelah terbebas dari macet kita mencari warung nasi terdekat dan ketemulah Warung Nasi Situhyang yang menjual nasi dan ikan nila merah bakar/goring yang murah dan enak. Harga 1 ekor nila goring gendut Rp18.000 saja ๐Ÿ™‚ .

IMG_20180224_151630

Di depan warung ada wisata petik strawberry

 

Begitu sampai di area perkemahan, hujan gerimis menyapa. Kami langsung membayar biaya camping di loket masuk. Harga tiket masuk kawasan sebesar Rp15.000/orang, sedangkan untuk biaya camping sebesar Rp10.000/orang/malam. Di ranca upas ini banyak area untuk camping dan masing-masing area waktu kita datang sudah lumayan banyak terisi. Kami memilih lahan yang agak tinggi dekat danau dan jalan, dengan pertimbangan tempatnya tidak becek karena dipenuhi rumput juga. Pak Candra mendirikan tenda dengan ditemani hujan dan dua anak lelakinya. Bunda kemana? Seksi dokumentasi dan aman di mobil, hehehe….. Ku takut sakit kena hujan.

IMG_20180224_164430

Berjuanglah Ayah!!

 

IMG_20180224_164607

Doaku bersamamu.

Sore sampai malam hujan masih setia, namun Lintang Cakrawala asyik bermain dalam tenda. Mereka membaca buku, menggambar dan mewarnai.

IMG_20180224_181606_HHT

Syukurlah paginya hujan reda. Kami memilih mengunjungi penangkaran rusa. Dua bocah senang sekali memberi makan rusa. Masuk ke area ini gratis (masih dalam area perkemahan), cukup beli pakan saja yaitu kangkung Rp5.000/ikat dan wortel Rp10.000/ikat.

IMG_20180225_075859

 

IMG_20180225_080138

Para rusa doyan makan

 

Puas memberi makan rusa, perut lapar kami minta diisi. Enaknya camping disini, banyak penjual jajanan di depan penangkaran rusa ini. Harganya berkisar Rp10.000 – Rp20.000/porsi.

IMG_20180225_083304

Dipilih dipilih….

 

Disebrang jalan pun ada deretan warung nasi, jadi jangan khawatir bakal kekurangan makan disini ๐Ÿ™‚ .

IMG_20180225_083635

 

Setelah membeli sarapan sehat ala gerobak kami kembali ke tenda untuk istirahat. Lintang awalnya ingin berenang di kolam air panas yang ada disana, namun ayah bunda ngajakin menjelajah hutan saja dengan pertimbangan berenang sudah menjadi aktivitas rutin kami saat ini. Jadilah Menjelang siang, kami memutuskan jelajah hutan. Ada hutan di bagian belakang area camping ini. Lets Go!

IMG_20180225_093219

ada perbaikan jalan

 

IMG_20180225_094453

Trio Penjelajah Hutan

Duo Lintang Cakrawala semangat berjalan diantara pohon dengan kontur yang naik turun. Mereka mencari hewan atau tanaman yang ada di Checklist. Yang lucu, kami agak susah mencari semut di hutan. Ketika kemudian ada sebuah sarang semut yang ketemu, senang rasanya. Alhamdulillah, selama masuk hutan mereka tak ada yang minta gendong, hehehe… Hutannya juga tidak rapat, jadi tak khawatir tersesat.

IMG_20180225_095304

istirahat dulu

 

IMG_20180225_102413

aku bisa, aku pasti bisa. Ku bisa melakukannya….

Menjelajah hutan mengalaman yang menyenangkan buat Lintang dan Cakrawala, Lintang sampai tidak mau balik ke tenda. Tapi kami cukupkan karena jarak balik ke tenda lumayan jauh, khawatir dia kecapekan. Benar saja pas sudah keluar hutan Lintang minta istirahat. Dia istirahat dengan duduk diatas semak di pinggir jalan. Sedang asyik duduk, aku tetiba melihat ada yang bergerak di lengannya, spontan aku teriak. Lintang kaget dan mencoba menyingkirkan hewan itu. Dia histeris dan emaknya ini panik. Cakrawala dan ayah yang sudah duluan jalan jadi balik. Lintang dibuka bajunya dan ternyata LINTAH itu masih nempel, hihihihi… Lintang refleks menepis dan lintah pergi entah kemana. Lintang nangis sejadinya, sepertinya lebih ke kaget. Darah mengucur dari bekas gigitan lintah. Emak khawatir dong, tapi berusaha tak panik, huufffft. Sungguh menegangkan, secara aku sampai berumur kepala tiga ini, belum pernah digigit lintah.

IMG_20180225_103749

TKP bertemu Lintah

 

Perjalanan balik ke tenda, lintang masih heboh dengan bekas luka gigitnya dan sebal sama si Lintang. Bunda yang imajinatif belum yakin lintahnya sudah jatuh. Karena gak fokus sama jalanan, Cakrawala nyusruk ke selokan ketika lewat jalan yang diperbaiki tadi. Tangisan kedua hari itu. Gak luka sih, tapi kaget. Sarana belajar yo le ๐Ÿ™‚ .

IMG_20180225_111741

Checklist jelajah hutan kami

 

Setiba di tenda kami istirahat, perjalanan tadi cukup menguras emosi dan fisik. Untuk memastikan semua bersih (sapa tahu lintangnya sembunyi dimana, hihihi…), kami mandi setelahnya. Apalagi kemarin sore kami tidak mandi, hehee….. Dingiiiiiin.

IMG_20180225_071713

Mandi woiiii…

 

IMG_20180225_065530

Bukan mandi di danau kok ๐Ÿ™‚

 

IMG_20180225_074358

Tuh kan, danaunya penuh tanaman air.

 

Toilet disini ada beberapa, yang dekat danau ini yang paling tidak terawat dan atak ada petugas. Mungkin karena paling jauh dari keramaian. Kalau yang ada petugasnya, yang dekat kantor informasi dan mushola, lebih terawat. Oh ya, untuk biaya toilet Rp2.000 sedangkan kalau mandi Rp4.000.

Segar banget habis mandi dan lega juga gak ada lintah ternyata *teteup. Kelar mandi, hujan kembali menyapa area perkemahan. Kayaknya hujan bersahabat dengan daerah ini ๐Ÿ™‚ .

Lintang yang ingin memetik strawberry kembali menagih janji kami untuk mengantarnya. Jadi walau diiringi rintik hujan, kami tetap keluar area ranca upas menuju lokasi petik strawberry, skalian juga nyari makan. Kami memang sengaja gak masak nasi dan lauk. Cuma bawa bekal berat ,roti dan mie. Hidup mie!! Etapi mie ini adalah salah satu alasan para bocah suka camping. Karena waktu campinglah mereka legal makan mie, hahahaaa….

IMG_20180225_171403

Para anak berpendirian teguh. Hujan tak menghalangi ๐Ÿ™‚

 

Di sore itulah kami berembuk, camping yang awalnya semalam lanjut jadi dua malam. Malam disana tetap hujan sih, namun di minggu malam suasananya jadi sepi. Orang-orang camping lain pada pulang. Senin paginya ada beberapa pemotretan prewedding. Dua bocah seru lihat pasangan berfoto.

Kami sarapan dari menu daur ulang sisa lauk kemarin plus mie goreng dan nasi (sisa kemarin juga). Tapi enak kok, hahaha….

IMG_20180226_081700

Sarapan enak kata lintang

Selepas sarapan dan mandi, kami kembali mendatangi penangkaran rusa. Ada beberapa orang yang piknik kesini dan sepasang calon pengantin yang foto preweding. Tapi memang tak seramai minggu ya.

Puas memberi makan rusa, kami pun beranjak pulang. Tadi tenda sudah diberesin ma ayah pas kami mandi. Alhamdulillah, pilihan pulang di hari senin sama dengan jalanan pulang yang lancar.

Sampai jumpa di cerita camping bulan maret..