4

#3 Cerita Minggu : Antara Pak Ugi – Ikea

Musim liburan natal kemarin yang mana Tol Cikampek macet di kedua jalur, kami memilih menghabiskan libur di rumah. Pak Candra masih kerja setengah hari lalu sisanya diisi dengan mengantarkan anak dan istrinya ini keluar rumah buat makan. He..he..he…aku libur memasak. 

Barulah hari sabtu jalur tol ke arah Jakarta sudah lancar dan kami main ke daerah Kelapa Gading. Knapa kelapa gading? Untuk mengenang masa lalu (berasa udah puluhan tahun πŸ™‚ ). Sekitar 5 tahunan lalu, kelapa gading adalah tempat kami berdua menghabiskan waktu sepulang kerja (mantan kantor saya di sunter) apabila jalanan pulang ke kontrakan di Cililitan, MACET. Favorit kami makan di Nila Goreng Pak Ugi, Nonton di XXI Mall Artagading, makan Seafood Ayu, dan Pempek Gerobak samping ruko daerah bunderan kelapa gading. Oh….kenangan mbolang berdua jadi hadir depan mata *love U Mas Candra #ecieciee.
Destinasi pertama kami Nila Goreng Pak Ugi karena 2 kuliner favorit lain bukanya malam (eh tapi gak tahu juga sih masih ada atau tidak sekarang). Lokasi Pak Ugi masih sama cuma interiornya aja sedikit pembaruan. Karena kami makannya siang, terasa panas dalam ruangan yang cuma tersedia kipas itu. Kami pesan nila bakar dan nila goreng. Nila bakarnya enak sedang nila gorengnya terlalu garing menurutku. Rasa sambelnya persis dulu, maknyus. Harga nila bakarnya Rp43.000/ekor dan nila goreng Rp40.000/ekor.

​Menggoda kan?
​

​duo kelinci.

Keluar dari warung Pak Ugi, saya berjalan dengan perut kekenyangan karena porsi nasinya yang banyak memanggil untuk dihabiskan #doyan. 
Tujuan selanjutnya ngemall di mall Artha Gading. Sekali lagi karena ingin bernostalgia *tanda-tanda menua hahahha…. Mall ternyata ramai, kirain rakyat Jakarta udah pada kabur keluar kota. Apalagi ketika nemenin anak-anak main di Amazone, wuih rame bener. 

Yang salut dari mall Artha Gading ini, ditengah masih adanya mall yang meletakkan mushola di lantai Lower Ground, mall ini memberikan ruang mushola di sebelah Matahari. Ruangan mushola nya besar dan bersih, ada tempat duduk untuk menunggu, ada petugas penitipan sepatu dan ada tulisan mengajak anak sholat di meja penitipan sepatu itu, wow.

​
Yang keren lagi, di dalam disediakan mukena buat anak. 

​
Semoga barokah untuk amalan baik ini. Amin.
Pegel ngitarin mall, kita lanjut ke Ikea. Jalanan ke ikea juga lancar. Jadi brasa sering ke ikea ini, apa kita buka jasa titip aja pak suami? Hahahaha… Di ikea keadaan juga sama, rame. Gabungan antara Sale dan tanggal merah. 

​

Di Ikea seperti biasa kami awali dengan beli hotdog, eskrim dan kopi buat suami. Antriannya panjang tapi sudah diantisipasi dengan menyediakan lebih banyak kasir. Tempat pengambilan es krim sekarang juga sudah ada 4 buah.

​
Di ikea tidak disediakan kursi buat makan, favorit kami melipir ke area dekat packing yang meyediakan kursi tunggu untuk antri pengiriman. Ada tempat main anak juga disitu. 

Ada satu kejadian lucu selama kami makan eskrim. Di sebelah saya ada ibu dengan satu anak, anaknya belepotan makan dan sedang tidak membawa tisue basah. Saya menawarkan tisue pada beliau.  

​

Ketika anak-anak makan es krim kedua (iya, mereka tak cukup 1 cone) kami duduk di sebelah nenek-nenek. Melihat cakrawala yang belepotan dia memberikan kami tissue (padahal saya sengaja gak ngelap karena nunggu kelar). Mungkin naluriah nenek-nenek kali ya. Habis ngasih tissue kering, dia memberikan kami tissue basah, lengkap. Makasih ya nenek yang baik hati. Dari kejadian ini, hati saya hangat. Kebaikan itu indah ya.

Oh ya, di ikea kan lagi banyak sale ya, tapi kami berhasil tak tergoda (membeli barang yang dibutuhkan, buka diinginkan *tempel di dahi). Aku cuma beli tempat sabun cair, boneka buat kado dan gelas besar. Eh benar aja, beberapa hari setelah dari ikea, gelas di rumah dipecahin ma cakrawala *firasat #sokiye. Kalo pak candra seperti biasa borong trofast. Jadi monggo para pelanggan mattoa, silakan pesan lemari trofast biar saya bisa diajak jalan suami ke ikea, hahahahaa…
Selalu menyenangkan ya menghabiskan waktu bersama keluarga. Sesederhana apapun destinasi nya. Kalau kamu, iya kamu, ngapain aja liburan kemarin??

Advertisements
2

#2 Cerita Minggu : Mengunjungi Ibu Imas

Yeay….menulis cerita minggu lagi. Semoga tulisan ini tidak mengendap di draft seperti banyak tulisan lain. Ups… πŸ™‚

Akhir-akhir ini entah kenapa gak pernah selesai menulis. Apa mungkin karena sibuk mengurus jemuran yang susah kering karena hujan yang rajin datang? Entahlah… yang jelas resolusi tahun ini untuk menulis 2x dalam seminggu perlu ditempel lagi 5cm didepan dahi. Semangat lah diriku!!

Kembali ke cerita minggu, minggu kemarin itu rencana cuma pengen makan di luar yaitu ke Sate Maranggi Cibungur favorit kami. Eh kok dilalah sampai tercetus untuk lanjut ke Bandung. Jadilah kami makan siang nya ke Warung Ibu Imas. Berkenalan dengan Warung Ibu Imas ini sekitar β€Žmei dan kami jatuh cinta. Setiap ke Bandung kami absen makan disana. Cakrawala pun ngefans ma babat gorengnya, oh….kau ketularan bapakmu yo le πŸ™‚ .

​

Makan di Warung Bu Imas sukses membuat aku makan banyak (tengoklah penampakan nasiku di foto atas) padahal diriku sedang berjuang untuk diet. Kayaknya usaha turun sekilo seminggu kemarin bakal balik lagi #mencobaikhlas.

Selesai mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan yang entah mau kemana #noplanning. Lalu dapat wangsit main ke balai kota. Lah kok taman nya lagi direnovasi. Alhasil kami cuma mampir bentar, menemani anak-anak masuk labirin dan menonton orang-orang yang sedang ngangon hewan peliharaan. Lintang mencoba memegang ular sedang cakrawala menolak. Aku?? No, geliiii. Disana juga Lintang melihat iguana, dan bikin dia minta iguana sebagai kandidat hewan peliharaan. Ada yang mau jual iguana? Hihihi..

​Duo pecinta sandal jepit

​Ular sawah yang main ke kota

​Ketika si emak mau pose dan si anak nanya mulu πŸ™‚

Keluar dari Balai Kota, aku minta diantar ke toko jilbab sebelah Brownies Amanda di jalan Ir. H. Juanda (dago). Nama tokonya Samawa. Sukses bikin aku melek karena ada banyak diskon akhir tahun. Ketiga lelaki nunggu di mobil pas aku belanja. Mana solidaritas kalian?? huhuhuhu… Untung ada tante kiki yang menemaniku. 

​Baju diatas lagi diskon 50% loh.

Selepas dari Samawa, kami gak ada ide mau kemana. Lintang ngasih usul tempat yang bisa dibuat hunting foto. Kepikiran lah ke China Town. Menuju kesana lumayan macet. Pas nyampek depan lokasi, anak-anak udah tertidur dan hujan turun deras. Menunggu hujan tak kunjung berhenti, kamipun meninggalkan China Town dengan kondisi anak-anak masih lelap.  
Melalui rapat yang super alot, kami memilih mall sebagai tujuan dengan pertimbangan aman akan hujan. Etapi begitu begitu lewat mall PVJ tercetus lagi ide makan gelato dulu. Hujan-hujan harusnya kan nyari yang anget ya. Tapi sepertinya itu tak berlaku buat Trio Pecinta Es. Begitu sampai depan Let’s Go Gelato, Lintang bangun, sepertinya radar es nya bunyi. 

​Gerimis, dingin, eh makan yang dingin.

​Aku suka rasa bubblegump dan matcha.

​

Foto diatas, gelato 1 cup kecil dengan isi 2 scoop (matcha dan dark chocolate), harga 30rb. sedang untuk 1 cup kecil dengan isi 1 scoop dibandrol dengan harga 20rb. Pak Candra dan Lintang sama-sama makan 2 cup Gelato. Wow. Kalau aku, icip-icip aja. Tapi banyak, hahaha…

Puas makan gelato, dapat laporan dari pak sopir tercinta kalo jalanan menuju pulang masih macet. Kami sepakat mampir Borma (males ngemall) buat nyari-nyari apalah gitu, hihihi… Aku dapat serbet (jauh banget cyiin beli serbet ke bandung πŸ™‚ )  dan handuk anak. Pak candra dapat CD instrumen sunda, sandal jepit dan kran air. Receh banget ya belanjaan kami. Tapi kami memilih barang-barang itu dengan pertimbangan seksama, terutama harga πŸ™‚ . Etapi, belanja di Borma harganya oke loh. Kapan-kapan mampir ya kakak. 

Trus, makan malamnya dimana? Kita mah santai soal makan. Yang penting nasi, hahahahaa. Malam itu, kami beli nasi goreng gerobak trus dimakan dalam mobil. Sedap.

Begitu masuk tol cipularang, sudah hampir jam 10.  Dua bocah pipis dan ganti baju di rest area. Kemudian tidur nyenyak. Aku?? Nemenin pak sopir dung. Sukses gak tidur sampai rumah (padahal biasanya pules, hihihi). Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di rumah menjelang tengah malam.

Bersama keluarga itu, bikin nyaman ya seperti apapun destinasinya. Kalau kamu, apa ceritamu minggu kemarin?

4

Review Kamera Anak : Vtech Kidizoom

Lintang tidak sekolah TK, kami memilih homeschooling. Dalam proses homeschooling saat ini, kami sebisa mungkin membantu Lintang melihat dan mencoba banyak hal untuk tahu apa yang dia suka. Menyediakan waktu, menemani dan memberikan sarana, itu yang kami lalukan. Dalam proses inilah kami harus jeli akan minatnya saat ini.

Kami suka bepergian dan Lintang suka meminjam ponsel saya untuk memotret. Kemudian, kami terpikir untuk membelikan dia kamera sendiri agar dia lebih bebas bereksplorasi. Uang untuk membeli kamera sebenarnya dari tabungan dia, kami hanya sedikit menambahkan. Kami memilih kamera Vtech Kidizoom karena tidak menemukan kamera anak merk lain. Belinya secara online di Tokopedia. Nama tokonya Cupliss.

​

Ketika kamera datang, dia senang sekali. Dengan semangat menanyakan apa gunanya setiap tombol dan kemudian seperti umumnya anak zaman sekarang dia otak-atik sendiri dan violaaa…langsung bisa. Dia tahu kalau kameranya bisa ganti frame, bisa merekam suara, bisa bikin video dan bahkan bisa main game. 

Secara fisik tampilan layar kamera ini tidak terlalu besar. Casingnya terbuat dari karet sehingga nyaman dipegang dan ada tali buat tangan juga. Kamera ini menggunakan tenaga 4 baterai AA. Hasil fotonya kalau di layar kamera tidak terlihat jernih, namun ketika dipindah ke laptop kelihatan hasil foto sebenarnya. Ini dia hasil foto Lintang.

​Cakrawala sang model dadakan πŸ™‚

​Salah satu objek favorit, pohon.

​Memotret anak tetangga.

Sekarang kemana-mana bawaannya mau nenteng kamera, mau itu main di luar, makan ke luar atau sekedar ikut ke bengkel. Gak tau deh nanti kalau agak lamaan punya kameranya πŸ™‚ .

​Kameraku juga butuh makan bunda….

​Memotret objek menarik di bengkel.

Yang bikin terharu dalam proses memiliki kamera ini adalah adik yang tidak ikutan meminta kamera juga. Pas kutanya apakah Cakrawala mau kamera juga, dia jawab “tidak bunda, aku kan bisa minjam punya kakak”. Oh….anakku sudah besar.
Pas kami observasi, memang Cakrawala belum tertarik akan kamera, paling sesekali pinjam buat memotret. Entah ini karena faktor umur atau minat. Tapi kalau di kardusnya sih kamera ini peruntukannya untuk usia 3-8 tahun.

Jadi apakah harga sesuai kualitasnya? Kalau menurut aku sih yes πŸ™‚ .

Semoga awet yo le kameranya dan semoga kamu bisa melihat banyak sisi indah bumi ini. Semangat!!


0

Mengintil Ayah Lagi : Episode Ikea

Paling happy kalau ayah ada kerjaan kemana, yang mana kami bisa ikut. Mau itu ke Serpong, Bintaro ataupun Bogor kami yes #doyanpiknik. Semoga ayah juga suka kami buntuti πŸ™‚ .

Cerita mengintil kami yang pertama terjadi beberapa waktu lalu di alam sutera, tepatnya IKEA. Ngapain si Ayah ke IKEA? Dalam rangka membeli troafast buat pesanan konsumen @mattoafurniture. Padahal bisa banget pake jastip atau beli online lewat web ikea, tapi kami kan suka piknik, hihihihi… Es krim dan hot dog ikea yang murah dan enak itu pun bikin kangen.

​

Kalau ke ikea, untuk menghemat energi kami selalu memilih jalur shortcut, jadi sudah tak lewat area display yang panjang itu tapi lansung turun ke tangga panjang ke bawah itu (smoga mengerti maksud aku ya). Setelah turun tangga langsung disambut perabotan dapur, tolong aku tak sanggup. Kemudian terjadilah adegan dimana si ibu melihat dengan berbinar, memegang si barang, berpikir keras dan terjadi dialog dalam diri “kayaknya ini perlu deh atau ini lucu banget atau ini murah banget” yang akhirnya berujung pada nenteng blanjaan. Padahal mah niatnya mau ikut doang *salim ke pak suami. β€‹

Apa yang lucu dan murah dan kayaknya kamu bakal butuh deh? Sini aku bisikin πŸ™‚ .

​
Dari kiri atas ke kanan bawah : katalog ikea terbaru (gratis), bintje plant pot Rp. 9.900, karraf caraf (wadah air minum) Rp. 19.900, gosig golden (boneka anjing) Rp. 99.900, frakta carry (tas serba guna) Rp. 9.900,  prutta food container (isi 3) Rp.19.900, dan reko glass (gelas beling isi 6) Rp. 17.900. Bener kan ya, murah dan penting πŸ™‚ .

Kembali ke trofast, seperti apa sih trofast itu? Trofast ini wadah penyimpanan plastik warna warni, yang unik dia gak perlu tatakan, cukup digantung pada frame (lemari). Kalau untuk menyimpan mainan anak, enak banget pakai trofast ini karena bisa dipilah per kategori dan tinggal dibawa sekotaknya pas mau main ke area mana di rumah. 

​

​

Di Ikea juga sudah ada frame buat trofast, tapi kalau kamu beli frame-nya di @mattoafurniture, kamu bisa menyesuaikan ukuran sesuai kebutuhan alias custom *salam marketing. Apalagi di mattoa itu, bahan yang dipakai full solid wood dan recycled teak wood pula *salam hijau. 

​

Jadi kalau kamu pesan ke mattoa, tinggal sampaikan keinginan, mattoa akan mendesain sesuai keinginanmu. Sesudah gambar kamu setujui, maka barang akan kami buat. Kamu tinggal duduk manis di rumah deh. 

Eh, selain lemari trofast ini banyak produk lain yang cantik loh, cuss kepoin IG mattoa di @mattoafurniture.

​

Mengintil selalu menyenangkan, terima kasih ya ayah…

Semoga Allah senantiasa memberikan kelancaran dan kesuksesan pada usahamu. Amin. 

0

Naik KRL di Stasiun Cikarang

Sudah tahukah kalau KRL kini sampai di Cikarang? Ya, Cikarang kini menjadi stasiun terakhir ke arah timur, bukan lagi bekasi. Ini adalah sebuah berita gembira, satu lagi moda transportasi dapat menjadi pilihan, apabila di saat ini jalur menuju Jakarta sering padat pada hari kerja.

Ketika mendengar berita KRL ini tentu kami sekeluarga juga gembira dan berseru “suatu hari nanti harus coba!!”. Ternyata kemarin sabtulah, hari itu. Tak direncanakan (seperti sering terjadi πŸ™‚ ), pagi itu ayah ada kerjaan ke Bintaro sehingga jadwal kami untuk camping gagal sedangkan anak-anak sudah ingin jalan-jalan.  Apakah saya pergi sendiri? Oooh, tentu tidak, hihihi… aku yang urat sabarnya masih belum panjaaang ini bawa 1 baby sitter yaitu adik tercinta si tante kiki. 
Jadilah sekitar jam 11an kami berempat naik grab dari rumah menuju stasiun. Ongkos grab kemarin 54rb. Sesampai disana, pak Grab tidak mau mengantar masuk sampai dalam stasiun, kurasa disini masih kurang harmonis antara transportasi online dan offline, moga cepat baikan ya πŸ™‚ . Sekitar jam 12an ketika kami menapakkan kaki menuju stasiun, ternyata belum tersedia parkiran resmi disana, dan aku juga tak melihat mobil parkir di dalam, hanya terdapat banyak deretan motor. 

​
Kesan pertama ketika melihat stasiun, besar dan sudah modern. Disediakan eskalator untuk naik stasiun dan turun ke peron serta ada lift pula. Namun keadaan di dalam masih sepi, ruangan-ruangannya masih kosong kecuali ruangan penjualan tiket. Untuk toilet dan mushola sudah tersedia. 

Kami menunggu cukup lama, karena kereta baru ada jam 12.35. Tidak seperti di bekasi dimana jadwal kedatangan kereta padat, disini ada jadwal khusus untuk kereta datang. Banyak loh para roker dari Cikarang. Kursi tunggu pun sudah penuh, maka kaki ngemper di lantai, hihihi…Lintang nyeletuk “panas….”, Cakrawala santai saja. 

​

Ketika kereta datang, 10 gerbong cepat terisi. Kami masuk di 3 gerbong belakang, wah sudah penuh. Alhamdulillah ada Mas-mas yang baik hati memberi kami duduk. Terima kasih untuk Mas-mas di kereta.  Dua bocah aman di kereta, tapi aku yang kurang nyaman. Ada bau menyengat entah datang dari mana, udah suudzon sama 2 pemuda yang berdiri di depan, eh pas mereka pergi bau masih ada. Siapa oh siapa. Ternyata ibu di sebelah, soalnya pas dia turun aroma kereta kembali normal *napas lega. Satu pelajaran di angkutan umum, harus ikhlas dengan segala kemungkinan *elus dada.
Begitu masuk bekasi kereta semakin penuh, dua bocah agak gelisah. Cakrawala mengeluarkan buku bacaannya dan Lintang kadang menengok keluar jendela. Ketika kereta sampai manggarai barulah banyak penumpang turun, dua bocah lebih nyaman.
Oh ya, kami turun di stasiun Cikini. Tujuan kami ke Taman Ismail Marzuki (TIM) walau tujuan sebenarnya ya naik KRL itu sendiri πŸ™‚ . Dari stasiun cikini ke TIM kami naik bajaj, bayarnya 15rb. Dekat sih sebenarnya, tapi udah gak tega kalau 2 bocah musti jalan kaki.

​

Sampai TIM, kami makan dulu di deretan kantin. Nasi goreng dan segelas jus menjadi pilihan 2 bocah. 

​

Dari kantin kami berjalan kaki menuju Perpustakaan DKI Jakarta. Keadaan di dalam ruang baca anak tidak begitu ramai, mungkin karena sejam lagi tutup. Iya, kami sampai disana jam 3 sore. Makan siang ternyata memakan waktu 1 jam-an. 

​

Dua bocah langsung menuju area bermain lalu lanjut membaca buku.​ Koleksi buku anak di lantai 2 ini banyak. Kami membaca buku Dr. Seuss “Fox in Socks” yang kata cakrawala lucu ketika mendengar lafalnya yang mirip dan diulang-ulang. Lintang tertarik dengan buku yang mengajarkan cara menggambar dinosaurus. Lalu mereka terus mengambil buku-buku untuk aku dan tante kiki bacakan.

​

​

​

Jam 5 sore, kami turun dari lantai 2. Menuju stasiun kami tetap setia dengan bajaj yang mangkal depan TIM, masih dengan tarif yang sama 15rb. Suasana stasiun cikini lebih ramai dari tadi siang. Ternyata masih banyak pekerja yang tidak libur di hari sabtu. Kami duduk dan sabar menunggu kereta tujuan bekasi. Pas kami duduk itu, kereta tujuan Bogor bolak-balik datang dan selalu diserbu penumpang. Berarti Bogor rutenya padat ya.. 

Begitu kereta tujuan Bekasi datang, kami masuk walau terlihat penuh. Dua bocah diberikan duduk oleh Bapak-bapak baik hati. Terima kasih pada Bapak-bapak di KRL. Lintang dan Cakrawala aman di kereta, walau sudah terlihat lelah. 
Kami turun di stasiun bekasi untuk transit ke kereta menuju Cikarang. 
Ternyata banyak penunggu kereta Cikarang. Beberapa menit sebelum kereta datang di jalur 3, gerimis datang. Lintang dan Cakrawala langsung kupakaikan topi. Begitu kereta datang, menuju pintu berubah menjadi sebuah perlombaan. Kami sudah di deretan depan, namun ketika menuju pintu ada dorongan dari belakang, Lintang yang selalu tak nyaman dengan ketidakadilan (baperan abis) merasa bete banget. Sedangkan Cakrawala ngambek karena aku angkat naik menuju kereta, padahal dia ingin naik sendiri. Membawa anak itu harus siap dengan drama ya.

Oh ya, kereta yang kami naiki sudah penuh waktu datang, brarti kereta tujuan Cikarang ada sendiri, entah mulai stasiun mana. Kemarin itu kami gak nanya kereta menuju Cikarang ke petugas, malah nanyanya ke Bekasi. Lupa kalau tidak semua kereta ke Bekasi langsung ke Cikarang.

Sisa perjalanan berjalan lancar, kami sampai Cikarang sekitar jam 6an bersama banyak penumpang lain. Sedangkan yang mau naik KRL di jam itu sudah tak sebanyak tadi siang. 

Ketika bertanya pada anak-anak, apakah mau naik kereta lagi, mereka sepakat menjawab tidak, hihihihi… tapi aku yakin mereka gak bakal nolak kalau diajak lagi. Semoga nanti bisa ajak ayah juga ya dan Semoga stasiun KRL Cikarang juga lebih hidup namun tetap bersih. Amin.

7

#7tahun

​

Baru ngeh pas lihat notif kalo kemarin itu Blog ini sudah 7 tahun. Yeaaaaay!!! Selamat buat aku, hihihihi… *menyelamati diri sendiri. Konsisten menulis selama itu  adalah sebuah pencapaian loh buat aku, mengingat aku ini tipe manusia yang anget-anget tai ayam, gak enak perumpaannya ya.

Mau tahu gak knapa aku masih betah ngeblog? Mau ya πŸ™‚ . Yang menyemangati aku untuk ngeblog itu salah satunya semangat berbagi. Senang banget rasanya kalo lagi nyari info tentang sesuatu, dan nemu di blog orang. Rasanya happy. Bisa dibilang ngeblog ini balas jasa untuk semua blogger yang udah baik hati berbagi info baik *salim satu-satu.

Walaupun ya, semangat itu naik turun. Apalagi blog aku kategori blog sueeepi *krik…krik..krik.. (Bunyi jangkrik πŸ™‚ ). Tapi aku akan terus bernyanyi eh menulis. 
Aku kasih lihat ya, stat di blog ini. 

​

Ternyata aku sudah menulis 155 posts, yang artinya 1,8 post/bulan. Ayo tingkatkan Wulan!!

Aku ucapkan juga terima kasih kepada 68.557 visitors yang sudi mampir ke blog aku, baik itu disengaja maupun karena nyasar.

​

Terima kasih teman-teman blogger yang menyempatkan waktu menyapa aku di kolom komen. Love U all. Terutama emaknya benjamin, mba nella love U. Kenal mba nella mulai dari beliau belum punya anak sampai sekarang udah jadi Ibu 2 anak.

​

Ternyata yang paling disukai pembaca itu tema Kebun dan Camping. Apakah itu brarti aku harus camping sambil berkebun? Tapi memang sih 2 hal ini selalu membuatku berseri, semoga kedua kegiatan ini akan berlanjut ya.
Terima kasih smua. Happy blogger!

0

#1 Cerita Minggu : Mengunjungi @kebunnyabinarbumi

Kenapa #1, berharapnya cerita minggu merupakan topik yang bisa berlanjut ditulis di blog ini. Amin. Semangat!!

Minggu kemarin kami ke Bogor. Horeee!! Kami mengunjungi seorang Teman IG (iya teman kenal di Instagram πŸ™‚ ). Namanya Nurulia Juwita @kebunnyabinarbumi Dan @pandasurya.

​​

Lihat postingan mereka di atas, segeeeer kan?.

Sejak Follow IG suami istri ini, aku merasa suatu saat harus main ke rumah mereka. Mereka berdua seakan mewakili mimpi keluarga kami untuk memiliki halaman yang luas, walau di mimpi kami lebih luas lagi ya, hihihihi. Mimpi kan harus total ya :). Oh….. mimpi akan rumah di tengah halaman yang luas, ada kolam ikan, kebun sayur, kebun buah dan kandang ternak, semoga segera terwujud. Amin. 

Kami sampai rumah mba nurul sekitar jam 4an. Duo lintang Cakrawala sempat tidur di mobil, jadi begitu turun mereka langsung on melihat banyak tanaman. Kalo kata lintang, “Bisa camping disini nih”. 

​
Hamparan rumput diantara tingginya pepohonan, memang menyegarkan mata. Berbagai macam buah ditanam disini, ada jambu, alpukat, pisang, jeruk, buah naga, durian, dan jambu bol. Konon mba nurul udah gak pernah belanja buah lagi. Menyenangkan sekali ya. Sehat dan hemat. Ada buah nam-nam juga, yang mana saya baru lihat kemarin itu. Buah langka sepertinya.

​

​
Selain buah, mereka juga menanam sayur, yang tentu organik ya. Bagi yang mau mengikuti jejak mereka, bisa langsung order ke mba nurul lho, mereka melayani pemesanan bibit sayuran secara online. Mana murah lagi, 2000/bungkus. Bisa banget buat yang mau nyoba-nyoba menamam berbagai macam sayur. 

Kemarin itu, kami juga sekalian belanja bibit sayur (bayam dan terong) dan beli tabulampot (jeruk limau, lemon cui dan Jambu biji). Selain itu kami beli pestisida nabati dan sekop. Lengkap ya :). Mana dapat bonus polibag dan bunga amarilis lagi #suka.

​

​

Satu lagi yang mengenyangkan eh menyenangkan ketika disana, suguhan dari tuan rumah. Kami disuguhi singkong goreng, perasan jeruk lemon cui dan kolak pisang. Semuanya hasil kebun sendiri yang diambil hari itu juga. Mana makannya sambil duduk di bawah pohon manggis yang rindang, klop. 

​

Oh ya, Mba nurul dan Mas panda punya anak balita, namanya binar dan bumi (semarga nih ma lintang dan cakrawala, hihihiiii #margaGalaksi). Walau baru kenal empat bocah bisa bermain bersama.

 
Sangat menyenangkan berkunjung ke @kebunnyabinarbumi. Terima kasih atas keramahannya. Kalo mau panen ikan kabari ya mba nurul (mupeng lihat ikan di kolam), biar nanti kami mampir lagi πŸ™‚ .