Merambah Tabulampot

Mempunyai tanaman-tanaman suporting buat memasak merupakan kepraktisan dan penghematan, karena rumah kami agak jauh dari pasar dan tanaman2 tersebut hanya kadang2 saja butuhnya. Jadilah rumah kami diwarnai dengan belimbing wuluh (blm berbuah – jadi minta punya tetangga yang sudah berbuah duluan), jeruk purut, serai, pandan wangi, cabe rawit, cabe besar, tomat bahkan terong. Merasakan manfaat tsb, mulailah tergoda untuk merambah ke tanaman2 lain seperti jeruk limau dan jeruk nipis. lahan di rumah udah sempit, jadinya kami pakai pot – bisa dipindah kemana2. jeruk limau dan nipis ini dibeli dari teman kantor yang buka bisnis sampingan tanaman, masing2 harganya Rp. 30.000 terjangkau dan langsung diantar ke kantor.

Suami juga tertarik dengan konsep tabulampot dan melihat itu sebagai solusi atas keinginannya selama ini untuk menanam MANGGA di rumah. padahal yang doyan mangga itu bunda 🙂 .  tanya dung ya ke mbah google dan mulai survey2. hasil pencarian berujung pada :

  1. Butuh pot yang besar. harganya pot plastik besar relatif mahal, untuk ukuran 50 saja sekitar 38rb-an. padahal agar tanaman bisa tumbuh besar dibutuhkan pot yang besar pula.
  2.  Pilihan lain untuk tempat menanam yaitu drum, mulailah mencari penjual. hasil browsing tempatnya jauh2 smua….. eh secara tidak sengaja suami nemu tempat jual pas ngajak lintang jalan2. Letaknya di sepanjang jalan kalimalang, kalo dari arah deltamas – ke jembatan tegal danas – belok kanan – jalan terus sampe ketemu drum2 bekas ditumpuk. kayakny disepanjang jalan kalimalang daerah jababeka juga ada. Harga per drumnya Rp. 100.000, jadi buat pot dibagi 2 – jatuhnya @Rp. 50.000. Suami beli 2 drum, langsung potong 2 disana.
  3. Pot yang ada perlu dilubangi dan dicat biar cantik. Semalam bapak candra tercinta dah menyelesaikannya…Selamat!!
  4. Dengan 4 pot yang ada, mulai mencari tanaman selain mangga yang cocok untuk tabulampot dan sesuai selera. Mangga cokanan dirasa cocok karena butuh waktu berbuah yang cepat dari mulai tanam dan produktivitasnya tinggi alias tak kenal musim..asyeek.  Pilihan lain jatuh ke : kedondong mini, srikaya new varietas (buahnya lebih besar)  dan jambu kristal (jambu dengan biji yang sedikit).
  5. Belanja Tanaman. Belanja tanaman ini hal sangat dinanti oleh akyuuu. Suka banget berada diantara pepohonan (si anak kampung). tapi suami kurang semangat untuk ke Sriwijaya tani – karawang, katanya berat diongkos dan harganya udah mahal. Patah hati. dicari option lain yaitu belanja online – mahal di ongkir, beli ke teman kantor – responnya lambat. Alhasil kita cari2 di sekitaran cikarang, mulai sepanjang jalan kalimalang jababeka sampai ke green mall lippo cikarang. Kita mampir ke green mall, hasilnya nihill.

——-

eh….trus aku ingat kalo di delta mas kan ada penjual tanaman buah, terakhir kesana sih emang pintunya ditutup..tapi sapa tau sekarang dah buka. LETAKNYA di depan cluster El verde….dan tempatnya jg gede. pas nyampe, emang tutupan sih, tapi gak dikunci. suami turun buat ceki2. Alhamdulillah ada orangnya dan tanaman disana DIJUAL 🙂 selama ini ditutup coz suka ada ternak yang suka masuk kesana.

Waaaaah….disana kumplit. nama tempat aku lupa. coz cuma banner kecil di depan gerbang. smua yang kami cari adaaa. Senang banget brada diantara pohon2, bebas milih2 plus dikasih saran2 praktis ma penjualnya. kata beliau kalo milih bibit yang batangnya udah besar, kalo mau berbunga jangan disiram dulu selama 2 hari. bapaknya baik banget.  Kita dapet harga murah looh, untu bibit setinggi 1m-an :

– mangga Rp. 40.000

– srikaya Rp. 40.000

– kedondong Rp. 20.000

– jeruk medan Rp.00.000 (gratees, bonus dari Pak Didi..thx ya pak)

Belum beli jambu kristal coz pohonnya belum besar. lintang suka ada disini padahal sekitar jam 9-an tempatnya udah panas. dia malah nangis pas diajak nepi.

 

ada pemondokan buat pegawainya

ada pemondokan buat pegawainya

 

milih yang mana ya....

milih yang mana ya….

ini buah ya bunda...nangka nak

“ini buah ya bunda…nangka nak”

 

dari ki-ka : srikaya, jeruk,mangga,kedondong.

dari ki-ka : srikaya, jeruk,mangga,kedondong.

Tinggal nanem2nya nih..

next, butuh : tanah dan pupuk. moga dalam minggu ini dah bisa ditanam.

Moga subur dan berbuat lebat ya para TABULAMPOT. Love u all. Thx joooo…always with me 🙂

Advertisements

11 thoughts on “Merambah Tabulampot

    • he….naruhnya sih gak di depan rumah pas mbk coz udah gak ada space
      jadinya nitip di tanah umum dekat rumah

      moga bisa segera berbuah & of course buat ngerujak 🙂
      disana pohon buah yang cocok apa mbk??

  1. selamat ya berhasil, jangan patah semangat, saya dirumah juga nanam sunkis, alhamdulillah ngga pernah berhenti sampai sekarang dan rambutan binjai rapiah, sekarang keluar kembangnya.

  2. Kenalan ya, saya juga penyuka tanaman, dan mulai sabar memupuk.
    Ingin punya tanaman2 Dapur sendiri..googling .. eeh ketemu blognya jeng Wulan. Saya seneng baca blognya.

    Punya sereh jeng Wulan..?
    saya ingin sekali punya tanaman sereh yang subur, punyaku mati mulu.

    • met kenal juga mba
      Senang disapa sesama penyuka berkebun 🙂
      Aku punya sereh, alhamdulilah subur.
      Yang sebelumnya pernah mati, mungkin karna terlalu penuh di pot.
      Sekarang nanem lagi , pas udah penuh dipindah ketanah.
      aku nanem dari bumbu yang beli di pasar loh mbak, yang masih ada sisa akarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s