Lintang mau nda…

Berawal dari perkenalan melalui buku, lagu, game, puzzle dan mainan membuat lintang kaya akan berbagai jenis alat transportasi. Mulai dari bus, eskafator, truk, sepeda, mobil, sepeda motor bahkan becak. Kalo dijalanan kami melihat mobil tersebut, maka dengan semangat kami menunjukkannya kepada lintang dan lintang pun SUKA.

Jadilah saya dan ayahnya bersemangat untuk menemani lintang berpetualang mencari alat – alat transportasi yang belum dia jumpai.

Pesawat Terbang “awas”

Kami belum pernah mengajak dia naik pesawat, dia melihat pesawat cuma ketika ada pesawat yang lewat. Mendengar suara pesawat di halaman rumah aja dia sudah heboh.  So, kemana kami bisa melihat pesawat lebih dekat?? Yup..Jadilah lintang diajak ke bandara Soekarno Hatta. Berharap bisa melihat pesawat landing – take off, tapi karena kami cuma berkeliling dari satu terminal ke terminal lain, jadinya lintang hanya bisa melihat pesawat parkir di hanggar.

 lintang pesawat

 

Mobil Pemadam Kebakaran “adam-adam”

Lintang tertarik ma mobil ini karena dia gak punya versi mainannya dan sering bilang “nkang nak unya ini nda” plus suaranya yang meraung2 kalo di game dia. Browsing2 lokasi kantor pemadam kebakaran terdekat, adanya di lippo cikarang. Pas hari libur meluncur kesana. Agak nyempil tempatnya, dari jalan samping Farmer Market lurus belok kiri – nanti nyempil paling ujung.

 pemadam

 

Kereta Api “eta api”

Lintang paling suka kereta api, apalagi sekarang dia dah bisa nyanyi lagu kereta api. Stasiun lemah abang yang terdekat dengan rumah jadi sasaran kami. Saking semangatnya kami kesana naik motor saat siang terik #niatAbis. Dekat stasiun lintang rewel karna kepanasan, sampai di stasiun pipinya nge-pink. Semua terbayar pas dia ngeliat kereta api secara real didepan matanya langsung. Bunda bahagia ngeliat lintang gembira 🙂

goes to stasiun tanah abang

goes to stasiun tanah abang

stasiunnya kecil :)

stasiunnya kecil 🙂

Karena waktu di stasiun lemah abang hanya liat kereta lewat, belum afdol dong kalo gak naik. Dipilihlah kereta listrik yang jam kedatangannya lebih sering. So..kami ke stasiun terdekat, Stasiun Bekasi. Rame juga ya…padahal hari minggu. Gak kebayang kalo hari kerja gimana. Diawal-awal lintang masih minta digendong, pas perjalanan balik suasana sepi jadi dia mulai heboh lari lari. Kami cuma PP Bekasi – Jakarta Kota gak pake turun. Perjalanan sekitar 2 jam. Pas kami mau keluar sasiun kartunya gak bisa dipakai, ternyata…ada yang salah, harusnya kami keluar dulu di stasiun Jakarta Kota trus beli tiket lagi. Kami ngiranya kayak trans jakarta yang selama gak keluar halte gak usah bayar lagi 🙂 Jadinya deposit kartu kami hangus.

kereta

 

so…mo liat or naik apa lagi LINTANG???

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s