Hello Dentist

Lintang itu…..sampe umur 3 tahun belum pernah periksa gigi.
Semangat gosok giginya pun kembang kempis.
Sehingga terjadilah 4 karies di gigi atas nya, 1 diantaranya sampe patah. Hikssss…..disana aku merasa gagal.

Pengen banget ke dokter gigi, tapi ya gitu..masih sebatas pengen 🙂
Sampai akhirnya, seminggu kemarin grup ibu2 belajar mengadakan kulwap tentang kesehatan gigi, keinginan ke dokter gigi pun merekah lagi. Mengikhlaskan diri untuk diceramahi mengenai tragedi karies ini.

Rencana pun disusun.
Pengenalan kosa kata dokter gigi dimulai. Membacakan buku dengan tema ke dokter gigi untuk menyentuh pemahaman lintang.
Sebelum hari H bilang kalo mau ke dokter gigi. Membuat kesepakatan, lintang setuju mau diperiksa dengan iming2 hadiah tentunya *anak pinter. Selalu diingatkan juga, “lintang 2 hari lagi ya ke dokter gigi, lintang besok ya ke dokter gigi.” Lintang selalu merespon positif.
Bunda optimis, ke dokter gigi bakalan sukses.

Hari H
Tiba di rumah sakit lintang happy, bunda tenang.
Masuk ruangan, lintang duduk sendiri di depan dokter, bunda mulai deg2an.
Diminta duduk sendiri ke kursi pemeriksaan, belum mau.
Mau dipangku ayah lalu turun lagi.
Diminta naik lagi, tetep gak mau. Bunda mulai cemas.
Diimingi2 hadiah, gak mempan.
Dicontohin ayah yang dicek, gak menarik.
Adik ikut2an dicek, adik senag banget gigit2 kaca gigi, kakak cuma muter2 di ruangan.
Bunda ikutan di cek, lintang masih ogah. Bunda benar2 cemas.
Udah hopeless, dokter memberikan waktu untuk membujuk. Nanti dipanggil lagi setelah satu pasien lagi.

Duduk2 menunggu, lintang berkeliaran lagi *gatel pengen jitak.
Lihat2 mainan, minta dibeliin. Ok, its time. Ayah yang jago lobi, langsung beraksi.
Perjanjian : diperiksa gigi dulu baru dapet hadiah mainan. Deal. Lintang langsung ngajakin balik.

Masuk lagi, mari berdoa.
Maju mundur buat naik kursi, akhirnya mau duduk pake posisi miring2 plus buka mulut.
Diminta buat telentang, mau. Dimulailah pemeriksaan gigi.

sesi ke-2 berani duduk sendiri

sesi ke-2 berani duduk sendiri

dokter gigi

berani waktu diperiksa gigi

Lah, setelah periksa gigi, dokter mau melanjutkan dengan pembersihan gigi pake semprotan. Lintang langsung jiperr.
Turun lagi dia.

Oke…Bunda mulai kluar tanduk, “lintang, mau diperiksa atau tidak, kalo gak mau periksa gak ada hadiah.”
Lintang menimbang, “mau hadiah.”
Bunda dengan tanduk semakin panjang,”gak bisa, ada hadiah kalo mau periksa!!”

Bunda diskusi dengan bu dokter, udah hampir nyerah nih
Nanyain kasus2 kayak gini gimana penyelesaiannya. kata bu dokter, harus dipangku sambil dipegangin kedua tangannya plus dipegang kakinya. Karena anak harus dipaksa buat mencoba.
Ok, mari kita mulai.
Kasihan melihat dia dipegangin gitu, mencoba berontak, gak tega melihatnya. Demi kebaikanmu nak, bentar aja.
Detik detik pembersihan dan penambalan berjalan lambat, lintang mulai menerima takdir 🙂 dan sepertinya memang tidak sakit.
Setelah selesai…viola…Giginya kembali.
iiiih…tambah ganteng deh anak bunda *ya iyalah muji anak sendiri 🙂

Thank ya bu dokter….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s