Kemping lagi

Kemping ke-3 ini kami ikut acara komunitas bestari, sebuah komunitas homeschooling di cirebon. Saya kenal dengan mba tika salah satu anggota komunitas bestari (kami pernah sama2 ikut CASSPER dan FESPER). Dua orang anggota komunitas bestari (mba enno dan mba cas) juga teman di group WA homeshooling. Jadilah pas mereka posting acara ini di grup, saya langsung daftar 🙂 .

Acara nya di Paniis Singkup, taman nasional gunung ciremai, Kuningan. Lumayan jauh dari bekasi. Tapi kami suka…. Smakin jauh perjalanan smakin banyak daerah yang dilewati maka akan smakin banyak kesempatan belajar.

Perjalanan diwarnai dengan adegan mobil mogok, sekitar 15 menit setelah keluar dari pintu tol ciperna cirebon. Alhamdulillah dapat pertolongan dari orang setempat. Dengan aki mobil bapak tsb kami dapat melaju ke bengkel. Bengkelnya masuk jalan sumber, bukan di jalan beber yang kami lewati. Pantesan gak kelihatan.

Bengkelnya  bertempat di sebuah rumah kuno. Sebuah bengkel kecil dengan 2 orang mekanik. Untungnya di sebelahnya ada warung lengko dan sop iga. Kami makan dan istirahat disana sembari menunggu mobil diperbaiki. Sekitar 2 jam-an. Lama ya….

Lintang dan cakrawala mengusir bosan dengan main2 kunci si bapak mekanik, berperan sebagai peneliti tikus tanah katanya. Mereka menggali-gali tanah di depan bengkel dengan kunci-kunci itu 🙂 .

image

Para ilmuwan kami 🙂

image

Sampai paniis singkup sekitar jam 4an. Udaranya tidak terlalu dingin, namun terasa segar dengan deretan pohon pinus yang menjulang. Area kempingnya memanjang ke belakang. Dialasi oleh rumput liar dan tanah licin sisa sapuan hujan.

image

Semangat banget bawa tas sendiri

Peserta yang lain sudah mendirikan tenda dan makan siang tentunya. Bahkan sudah bersiap acara selanjutnya, trekking. Karena baru sampai, kami tidak ikut acara tsb dan memilih untuk menyiapkan tenda. Ada 2 tenda yang harus disiapkan karena tante kiki (adik saya) diajak juga. Lumayan ada baby sitter gratis *uppsss.

Kelar mendirikan tenda dan berbenah. Lintang dan cakrawala mengajak mandi di sungai. Sungai nya jernih dan banyak batu. Segar sepertinya. Saya memilih menonton di pinggir sungai. Ketika saya lihat tulisan di samping sungai, ternyata paniis singkup ini memang melabelkan dirinya sebagai tempat pemandian air segar. Banyak juga yang mandi sore itu, baik pengunjung maupun penduduk setempat. Bahkan ada yang nyuci baju segala, hemat listrik ya bu….

Malamnya kami disuguhi ikan goreng air tawar (entah ikan apa 🙂 ) dengan lalapan, sambal dan sayur asem. Sepertinya pesan ke penduduk setempat. Sedaaap. Lintang bahkan nambah ikannya. Oh ya, kemping ini minim sampah jadi kami membawa peralatan makan sendiri bukan disuguhi nasi box.

Acara kemping ini cuma satu malam saja. Jadi malam itu lah acara api unggun nya. Setiap keluarga diminta perform. Sebagai bintang tamu, cieeee kami diminta duluan. Tapi ngeles dengan dalih lintang belum siap. Pas lihat keluarga lain tampil, lintang mulai berani.

Pas kami tanya2, dia mengajukan ide jadi Mc Queen dan adik mau jadi singa. Tak terbayang skenario tersebut di kepala saya. Okelah, lakukan nak. Dua bocah itu bergerak menuju tengah arena dan terjadilah peperangan antara Mc Queen dan singa. Skenario gila ini :).

Lintang menggerung laksana mobil menjauhi cakrawala, kemudian mendekat dan menabrak cakrawala yang mengaum laksana singa. Dua bocah ini terlalu semangat dan tak mau berhenti. Nak…nak….ada ada aja idemu. Eh, lintang dan cakrawala dapat hadiah loh atas pertujukan ini, hihihi…

Setelah semua keluarga perform, dilanjut dengan bakar jagung. Aku gak ikut makan, udah sikat gigi, hiiii…. Dua bocah ditemani bapaknya, bunda teler dan bobok duluan. Alhamdulilah anak2 pulas tidurnya. Lintang sempat bangun tengah malam, trus tidur lagi. Hujan juga pas tengah malam itu. Tapi si tenda baru gak bocor, horeee…..

Pas paginya masih gerimis, anak-anak ketagihan mandi di sungai. Kami bilang ke sungai kelar sarapan. Sarapan disiapkan oleh bapak-bapak. Lomba memasak nasi goreng. Grup nya mas candra no-3 dari 3 grup yang berlomba 🙂 Yeay selamat….
image

Karena eh karena sungai nya tetap jernih walaupun semalam hujan. Bunda jadi tergoda ikutan mandi. Suueeegeeer! Lama juga kami mandi, sampe cakrawala kedinginan. Eh pas mo balik, dia gak mau jalan sendiri. Minta di gendong. Wow. Menaiki tangga tinggi dengan menggendong, sesuatu, encok.

Acara selanjutnya, perburuan harta karun dan kado. Seru nampaknya anak-anak itu mencari tanda di rumput dan pohon, lintang dapat 1 buah pensil sedang adek nihil 🙂 . Sedang untuk berburu kado, kado-kado disembunyikan oleh pemilik dan smua anak mencari kado tsb. Cakrawala ikutan seru nyari-nyari.

image

Kenapa yang kelihatan happy cuma bunda?

Acara diakhiri dengan bongkar tenda dan sharing sesion. Tapi kami gak ikutan sharing, anak-anak dah ngajakin pulang.

Perjalanan pulang lancar. Kami melewati jalan yang berbeda dari pas berangkat. Sepanjang jalan kami melewati hijaunya sawah, indah. Mampir juga ke cirebon, makan siang di nasi jamblang mang dul, enaak.

Terimakasih komunitas bestari atas keramahan dan hadiah-hadiahnya.

Pas pulang ayah mencetuskan ide buat kemping sekali dalam sebulan. Menarik.
Ada yang mau join? 🙂

image

Advertisements

4 thoughts on “Kemping lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s