Ke Taman Bunga Nusantara

Tanggal 6 Oktober kemarin, kami merayakan 8 tahun pernikahan. Alhamdulillah…….

Eh tapi ada yang lupa tanggal, pas istri ngucapin selamat, dengan pedenya bilang “bukannya tanggal 8 ya”. Masak iya aku lupa (kata istri dalam hati), si istri langsung cek buku nikah, dan….benar tanggal 6. Maunya sih ngambek, tapi karna suami nyuruh buruan mandi buat diajak jalan, yuk ikhlaskan saja 🙂 Jangan sampai salah tanggal lagi ya paksu tercintah.

Tujuan kami ke Taman Bunga Nusantara, karena si istri lagi gila bunga. Bawaannya setiap minggu ngajak ke toko bunga, jadi bisa dibilang ini permintaan klimaksnya.

Ingatnya TBN (kita singkat aja ya) sebelum puncak pass Bogor, ternyata lewat dan sudah masuk wilayah Cianjur. Kami menempuh perjalanan dari cikarang sekitar 4 jam-an, dengan catatan macet di area cisarua. Kalo macetnya dari bawah, entahlah berapa lama 🙂

image

Di pintu masuk langsung disambut bunga-bunga

Sampai sana sekitar jam 1an. Kami memilih tiket yang sekalian trem seharga 40rb/orang. Kena tiket untuk usia 4 tahun keatas. Kalo harga tiket masuk aja 30rb. Jalan kaki juga enak, jalanannya ok dan nyaman juga untuk stroller. Kalo untuk trem lewat setiap setengah jam dan bisa turun di spot khusus yaitu arena bermain anak dan rumah kaca. Dalam trem juga diputar suara guide yang mejelaskan area-area yang dilewati.

TBN diresmikan tahun 1995 pada masa pak harto. Dah lama ya….tapi tempatnya terawat loh.
image

Perberhentian pertama area bermain anak-anak. Macam-macam jenisnya. Harga tiket mainnya mulai 20rb. Di area ini juga terdapat kantin, toilet bersih, mushola dan area buat piknik.
image

image

Hampir 2 jam di area bermain kami lanjut ke rumah kaca. Jalan kaki trus lanjut setengahnya dengan trem. Kami cukup nunjukin tiket masuk tadi buat naik lagi.

image

Lokasi piknik dekat rumah kaca, ada beberapa gazebo disini

image

Di depan rumah kaca

Di rumah kaca bayar tiket lagi 2rb/orang. Jenis tanamannya unyu2, banyak tanaman subtropis.
image

image

image

Di rumah kaca, suka banget pas lintang nanya2 nama tanamannya.

Lepas dari rumah kaca, lintang ngajakin main di hamparan rumput depan rumah kaca. Dia bilang gini “bunda, temenin aku main dong, aku pengen main, bunda mah senang dari tadi liat bunga”.
Walaupun mendung membayang, mainlah kami perosotan di rumput dan main peran dinosaurus #tetep.

image

Spot terakhir, taman jepang yang terletak di sebelah rumah kaca. Gabungan batu, air dan pohon mewarnai taman ini. Damai…
Lintang cakrawala suka disini, nyebrang sungai kecil sambil lihat ikan.
image

image

Setelah taman jepang, kami jalan kaki menuju pintu keluar. Para bocah masih antusias berlarian di di area taman dekat pintu keluar, sambil melihat-melihat bunga yang ditanam membentuk hewan-hewan, ada merak, jerapah dan dinosaurus.
image

2 bocah tertidur pas perjalanan pulang. Bunda mampir dulu di toko bunga sekitar 15 menit keluar TBN. Tanaman hiasnya banyak jenisnya dan murah. Dapat anggrek yang udah ada kuncup bunganya seharga 25rb, strowberry 10rb dan kaktus 7.500. surga banget.

Bahagianya itu mengobati macet pas pulang mulai dari puncak sampai gadog 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Ke Taman Bunga Nusantara

  1. Dear mba Wulan selamat ultah pernikahan yaa.. semoga selalu berbahagia bersama suami dan anak2 🙂 . Beli tanaman walau murah bisa bikin suasanan hatiku langsung bagus loh hehe, lupa deh sama tingkah anak yg sblmnya bikin kesel 😀 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s