0

Cerita ke Kidzania #1

Kenapa #1? Sebagai doa biar nanti-nanti bakal kesana lagi :).

Kami ke kidzania di sesi ke-2 (jam 15.00 – 20.00) di hari minggu kemarin.  Rame? Banget, gabungan suara anak-anak bercampur emak-emak dan aneka kendaran muterin kota kecil itu. Tapi tenang, tidak mengurangi keseruan kok. Kalau mau puas bermain datang sebelum jam 15.00 ya. Ingat juga, tidak boleh bawa makanan, hanya boleh bawa minuman di botol pribadi seperti tupperware.

Untuk lintang yang berumur 5 tahun lebih (4+) , sudah banyak profesi yang bisa dicoba. Tapi kalau untuk cakrawala yang belum 4 tahun (toddler) cuma ada 5 wahana yaitu masak2, main puzzle, disko, naik taksi dan bus *plis dibanyakin lagi dung buat toddler. Aku kasihan lihat cakrawala nungguin kakaknya main sementara dia udah khatam :). Paling enak kesana kalo anak sudah umur 6+ karena smua bisa dicoba.
Sebagai sebuah kota, kidzania juga mengenal uang dengan mata uang kidzos. Uang ini nanti dipakai untuk membayar jasa dan bisa didapat ketika telah bekerja. Untuk anak berusia 4+ diberikan cek kidzania yang nanti akan ditukar uang kidzos di Bank BRI #emak juga pengen lho.  

Kidzania memiliki 2 lantai, lantai pertama buat aneka profesi buat anak 4+ dan 6+ serta jalanan untuk lewat berbagai kendaraan kota sedangkan lantai dua terdapat aneka factory (untuk anak 4+ juga) dan tempat bermain toddler.  Karena cakrawala dan lintang beda area, kami berpisah dimana ayah bersama lintang dan bunda menemani cakrawala. 

Cerita cakrawala dulu ya. Dia pertama kali main disko, ngikutin dari videonya masih kaku tapi alhamdulillah sampai kelar ya nak. Dia dapat gaji pertamanya disini. Horeee. akhirnya punya uang kidzos juga kayak kakak. 

Setelah itu dia main masak-masak, dari motong sayur dan memasak di atas kompor.  Ruangan ini didesain seperti dapur dengan meja makannya. Orang tua bisa ikutan masuk juga.


Tepat disebelahnya, ada urbano living room. Cakrawala masuk sendiri kesini. Cuma sebentar doang, main puzzle katanya. Tapi dapat gaji,  horee.


Karena tidak ada lagi yang bisa dimasuki di lantai 2, kami turun untuk mencoba bus dan taksi. Untuk toddler, kedua hal ini gratis. Jadinya uang cakrawala utuh.  

Untuk bus city tour, kami menunggu di halte dan cakrawala naik sendiri. Sedang untuk taksi, dilakukan pemesanan taksi melalui telepon umum dan taksi datang kemudian. 


Setelah khatam kelima hal itu, kami mendatangi Lintang yang sedang antri di depan Bread House Sari Roti.

Berdasarkan wawancara kepada ayah,  sebelum bertemu kami, lintang sudah mencoba naik mobil dan menjadi petugas SPBU. Untuk naik mobil syaratnya punya SIM dulu. Untuk membuat SIM harus medical check up dulu di Rumah Sakit. Bunda pengen #lho.

Kelar berkutat dengan mobil, lintang menjajal peruntungan jadi pembersih kaca. Syukurlah dia gak takut ketinggian :).​

Kemudian, si penyuka roti ini ke Bread  House Sari Roti. Di antrian sari roti inilah kami berkumpul kembali. Horee. 


Sekitar jam 5 sore, lintang mengantri di Radio Gen FM. Dia sempet bilang, “aku maunya ikut yang gak pake antri”. Hihihi….udah bosan ngantri rupanya.  Di radio station ini semua anak diwawancara. Lintang ditanya sekolah dimana? Dia jawab, sekolah di rumah. Tetap semangat walau berbeda ya nak!


Setelah radio, kami istirahat sholat magrib dan makan. Di dekat tempat makan ada Shoe Care. Lintang dan Cakrawala menjajal memoles sepatu secara bergantian.


Sekitar jam 7 kami selesai ishoma. Sebelum ke lantai 2, kami mampir ke Bank sebentar untuk menyimpan uang Lintang dan Cakrawala. Tapi ternyata hanya Lintang yang bisa memperoleh ATM *pukpuk adik.
Di lantai 2, pertama yang dituju adalah chocolate factory. Lintang si penyuka coklat sangat antusias. Kapasitas pabrik mini ini 10 anak sekali masuk, membuat lintang tak perlu lama mengantri. Begitu masuk anak-anak diberikan kostum pabrik dan diminta cuci tangan juga. Membuat coklatnya manual, menaruh kacang mede di cetakan kemudian dilanjutkan menuang coklat.  Selanjutnya coklat didinginkan di frezeer dan masing-masing diberikan pembungkus coklat. Coklat yang sudah sedikit beku kemudian dibungkus. Lintang  bisa melakukan semuanya sendiri, horee.


Melihat si kakak dari luar kaca, Cakrawala jadi pengen. Antrian selanjutnya masih sedikit, maka kami ikutkan cakrawala antrian dan boleh #alhamdulillah. Dia begitu antusias dan bisa duduk dengan tertib. 


Sembari menunggu cakrawala membuat coklat, Lintang ke Tea Factory persis di sebelahnya. Pas banget dia di urutan terakhir antrian untuk masuk selanjutnya. ​Di tempat ini anak-anak diminta berbaris sambil meneriakkan “pucuk, pucuk, pucuk” menuju ke lokasi kebun teh dan didalam dikasih minum teh pucuk harum.

Waktu menunjukkan jam 19.50 begitu kami menuju lantai 1. Uang kidzos yang ditangan tidak sempat kami tabung lagi. Di dekat toko souvenir, kami berpapasan dengan teman yang sedang menghitung uang kidzos untuk dibelanjakan. Katanya minimum 100 kiszos untuk bisa ditukar sedang uang di tangan kami hanya 70 kidzos *uangnya kami bawa pulang :). Selesai berpamitan kami segera menuju bagian imigrasi untuk keluar. Untung antrian belum panjang. Di pintu keluar ini gelang kami dilepas satu persatu. 

Lintang dan Cakrawala tertidur sebelun masuk tol dalam kota. Kecapekan ya le. Ketika paginya Lintang langsung nanyain uang, SIM dan ATM nya. Sedang cakrawala menanyakan kapan kesana lagi 🙂 #doyan.

Oh ya, favorit lintang membuat roti karena katanya habis bikin roti, enak langsung bisa dimakan :). Sedang cakrawala paling suka naik taksi keliling kidzania. 

Yang belum kesampaian jadi pemadam api, antriannya panjaaang. Next kalo kesini lagi, langsung antri di bagian ini. See u soon Kidzania!!