4

Ayo Main : Taman Safari Cisarua

Berawal ketika suami diminta membelikan detergen untuk mesin cuci, eh dia belinya detergen buat cuci pake tangan *istri ngomel, heran bener ya ni istri hobi ngomel #GetokMukaSendiri. Lihat bungkus Rinso tsb, dibacalah ma si istri, Karena salah satu hobi keren istri adalah membaca bungkus apapun πŸ™‚ .

Ternyata oh ternyata, ada penawaran liburan ke berbagai tempat rekreasi sesuai domisili, berupa tiket masuk buat anak. Istri sumringah *padahal tadi marah #maluDongAh.

Langsung buka website ayomain.rinso.co.id . Penasaran langsung masukin kode unik di bungkus dan tukar dengan tiket gratis. Milih Taman Safari Cisarua, yang paling mahal dong *ogah rugi :). Eh bisa, email konfirmasi langsung dapat. Horeeee….

Tiket bisa dipakai sampai 3 bulan dari mulai diterima. Karena bentrok ma puasa dan mudik, kami memilih untuk memakainya hari minggu kemarin. Pas di pintu pembelian tiket, kami cuma beli tiket buat dewasa. Untuk tiket anak, cukup nunjukin potongan kode unik di bungkus rinso dan email konfirmasi tiket. Alhamdulillah hemat 240rb.

Petualangan dimulai dengan menjelajah area safari hewan yang gak 100% berkeliaran juga sih. Paling yang berkeliaran bebas cuma zebra, rusa, lama dkk sesama hewan jinak. Tapi buat Lintang dan Cakrawala itu tetap membahagiakan. Apalagi pas ngeliat singa dari dekat, pada heboh. Kalo kata cakrawala, “aku paling suka singa, gajah dan flaminggo”.

Segerombolan rusa air

Si Buaya Muara ini ditemani Petugas (seorang kakek) yang santai aja berdiri di dekatnya *auuuw

​

Hai Pak Singa! Lagi ngelamunin apa cih?

​

Eh, boleh gak sih ngasih makan pas safari hewan? Di brosur yang dikasih pas pembelian tiket ada larangan, tapi sama petugas penjaga unta dipersilakan. Pegimana dong? Kami beli wortelnya di luar taman safari sih, 10rb dapat 3 ikat. Dan lagi, para hewan pemakan tumbuhan itu ngarep banget dikasih makan :). Pas di Taman Safari Prigen juga boleh kok ngasih makan *nyari alibi. Ehmmmmm, ngasih makan hewan itu seru ya, semoga sehat slalu ya para hewan.

Salah satu zebra yang doyan makan

​

Puas di area safari, sekitar 1 jam an. Karena di Taman Safari Cisarua ini bisa bawa mobil sendiri, bisa berhenti lama di depan hewan favorit. Berbeda dengan di Bali Safari Park yang naik kendaraan yang sudah disediakan pengelola.
Kelar bersafari, laper dung. Kita gak bawa bekal, banyak sih yang jual makanan (tapi ya gitu kadang harga gak sesuai rasa). Disini boleh loh bawa bekal, kalo di bali bawa minum aja gak boleh. Kita sempat ngeliat rombongan yang sampe bawa rice cooker  *niat abis ya, bikin tambah laper. Sempat nyemilin pisang sih pas di mobil, tapi apalah arti pisang buat perut nasi ini :).

Belum ketemu makanan yang cocok, kami berhenti dulu liat pertunjukan. Di Taman Safari ini terdapat pertunjukan-pertunjukan hewan di jam tertentu, gratis. Kami menonton pertunjukan Bird of Prey Show. Baru kali itu lihat burung rangkong, yang ternyata besar dan paruhnya panjaang. Kelebihan lain, kata pelatihnya rangkong setia pada pasangannya, kalo si betina meninggal maka rangkong jantan akan menyendiri sampai akhir hayat *so sweet banget kan #dicontohYaPakSuami.

Pertunjukan Burung, Lintang Cakrawala menikmati

​

Kelar nonton pertunjukan, para bocah ngajak naik permainan flume ride. Naik perahu di jalur khusus yang ada 2 tanjakan-turunan maut. Iya maut buat saya yang gak tahan ketinggian. Pas lengkungan pertama, hati dan jantung rasanya mau copot. Lintang yang berada di tengah nangis minta turun, mana bisa. Menghadapi tanjakan kedua udah deg-deg an banget, teriak kencang gak bisa menghilangkan rasa mencelos. lintang nangis tambah kenceng, alhamdulillah dah kelar itu tanjakan dan turunan. Baju dan celana basah. Mengasolah kami di kantin dan memilih makan pop mie, hihihihi… Fyi, pop mie disini harganya 13rb, tapi udah diseduh ya dan bikin efek anget dan kenyang pulak πŸ™‚ .

Tujuan selanjutnya Baby Zoo, tapi karena pas ke parkiran kami lewat tengah, jadilah mampir lihat-lihat satwa lain. Ternyata di papua ada hidup jenis kanguru loh *baru tahu saya dan kami juga bertemu penguin untuk kali pertama. Pinguin ini hewan yang sangat ingin dijumpai lintang. Salah satu cita-cita Lintang pengen ke Kutub Selatan *amin, walau bunda galau kalo beneran ditinggal pergi sejauh itu :). Tapi walaupun seneng, tetep aja dia protes, kasihan katanya penguinnya tempat nya sempit dan gak bisa hidup bebas. Dia juga nanya, kenapa gak tinggal di es, untunglah ada peta jenis-jenis pinguin dan penyebarannya sehingga mudah untuk menjelaskan.

Kanguru papua, fix ya papua bagian dari lempeng australia

​

Lintang mengamati Pinguin Hambolt

Taman Safari Cisarua ini paling luas sepertinya. Kami yang baru sampai tengah hari, tak bisa menjelajah semua area. Ke Baby zoo pun jam 5an (menjelang tutup), karena masih mampir ke dino park yang mana berisi mainan perosotan dari patung dino yang besar.

Perosotan di ekor Triceratops (aku jadi familiar nama dino semenjak beranak)

​

​

Ngaso setelah main perosotan

​

Di Baby zoo udah sepi banget, disinilah lintang bertemu LiGer. Aku juga baru tahu liger ini. Setelah baca keterangannya, Liger ini hasil perkawinan antara lion dan tiger. Pantesan badannya loreng tapi punya rambut layaknya singa. Tapi lorengnya gak jelas dan rambutnya juga gak lebat. Perkawinan ini sangat ditentang, karena liger ini tak akan sekuat induknya. Liger ini aja hasil sitaan dari vila mewah di daerah bogor. Jadilah lintang yang kepo nanyain panjang lebar mengenai si Liger ini. Sekarang pun kalo kami main jadi-jadian (pretend play) Lintang maunya jadi liger, ” biar bisa berubah-ubah bunda,” Katanya. 
​

Swafoto di area baby zoo

​

Liger yang kesepian 😦

​

Jadi…jadi….masih penasaran sih sama isi taman safari keseluruhan. Tapi saya pribadi sebenarnya paling setuju kalo konservasi itu paling oke di habitat aslinya (tapi tetap kepo sama taman safari).

​

Semoga kami sekeluarga diberi kesempatan mengunjungi Taman Nasional di Afrika, melihat hewan liar di habitat aslinya. Amin. 

0

Hai 32

Alhamdulillah, Allah berikan umur panjang. Semoga juga berkah dan barokah. 

Awal mei kemarin di hari kamis, genap sudah aku berumur 32. Pagi yang indah diawali dengan ciuman dan ucapan selamat ulang tahun dari suami tercinta. Tentu dia akan ingat, lawong istri rajin ngingetin  “jangan lupa beli kado ya, aku gak mau kadonya telat, kalo maju gak pa2”. Wkwkwkw….

Lanjut, dapat ucapan ulang tahun dan kado dari adik tercinta, sebuah tas ransel kecil. Setelah itu Si Bapak juga ngambil kado. Sepertinya dia beli kado itu sore hari di H-1 *soalnya ijin pergi dengan alibi agak mencurigakan πŸ™‚ .

Taraaaaa, kadonya tas juga. Dua orang itu gak janjian padahal. Apakah ini pertanda aku akan sering jalan-jalan #ngarep.

Makasih ya Pak Suami dan adik ku, muaaah muaaaah.

Kejutan belum selesai. Pak suami meminta packing untuk sebuah perjalanan (yang entah kenapa bisa aku tebak dari hari sebelumnya). Tapi tetep kaget kok suami, kaget kok ya betul tebakanku, hihihihi.

Kami ke Bandung dan menginap di sebuah hotel di daerah Dago. Agenda diisi dengan muterin bandung sampai lembang. Menikmati makanan dan tempat-tempat favorit serta mencoba tempat baru. Cekidot!!

Warung Bu Imas.
Kami itu pecinta masakan tradisional, lebih cinta lagi kalo ada nasi didalamnya *indonesia bingitzz.  Yang lagi hangat di lidah kami adalah warung makan Ibu Imas (padahal 4 hari sebelumnya udah kesana). Warung Ibu Imas ini ada 4 di sepanjang jalan Balonggede, kami singgah di depan warung yang tersisa tempat buat parkir. 

Dipilih….dipilih…dipilih…

​

Menunya masakan sunda dengan aneka lauk dan lalapan (yang aku makan cuma timun, yang lain entah daun apaan *piss, bukan lidah sunda). Kalau lauk yang kami gemari, paru goreng, babat goreng dan dadar jagung. Makan disana dijamin bakalan keringetan, karena semua disajikan dalam keadaan anget, nyuummy.  
Kami 2 kali kesana, di hari pertama dan kedua #setia. Untuk harga, ramah di kantong. Kami makan berempat, habisnya sekitar 150rb-an.

Kafe Matahari.

Kami sebenarnya tidak berencana kesini, tapi emang bener ya kalo jodoh gak akan kemana. Berawal dari sore itu lihat postingan teman yang bilang kalo kafe ini ramah lingkungan dan self service ditambah foto-foto disana yang cantik, kepo lah saya. Langsung cus kesana. 

Ternyata cafe ini salah satu unit bisnis Eco Camp. Kami sampai di saat cafe menjelang tutup dan masih gerimis pula. Jadilah kami satu-satunya tamu disana. 

Cafenya penuh aneka bunga, baik di pot maupun digantung. Ada pula foto spanduk Bil Gates yang katanya punya hobi nyuci piring *hobi yang produktif pak πŸ™‚ .Ada lapak yang menjual aneka makanan organik seperti beras, madu dan selai. Aku juga beli benih bunga matahari disini. 

Ini tempat makan lesehan di lantai 2

​

Menunya variatif loh. Kami memilih nyemil tempe mendoan, teh, kopi dan es krim buat anak-anak. Tempenya enak loh, pada doyan. Harganya juga oke. 

Hayo siapa yang suka cuci piring juga?

​

Makan disana diakhiri dengan bunda nyuci piring sendiri, horeee!.

Tobucil and klabs.

Hari kedua kami keluar hotel siang karena anak-anak memilih renang dulu di hotel. Terus jadinya bingung mau kemana, mau pulang masih siang. Aku iseng liat notes di Hp, kadang aku suka nulis tempat yang ingin dikunjungi di suatu kota kalo pas baca postingan orang. Ada Tobucil and klab disitu yang belum pernah didatangi, mencoba mengingat-ingat tempat apaan itu :). 

Tapi sebelum ke tobucil, mampir dulu ke Bandung Makuta, itu loh oleh-oleh kekinian punya artis Laudya Cintya Bella. Aku bukan fans nya, pengen beli buat oleh-oleh adikku. Ternyata tokonya tutup (mungkin istirahat). Katanya buat beli itu kue harus ambil no antrian dari jam 5 pagi (kalah deh antrian ke dokter kandungan). Makasih ya teh Bella, saya gak mampu :). Di depan tokonya ada beberapa mobil yang jualan bandung makuta dengan harga jauh diatas harga di tokonya. OMG, sampai segitunya.

Balik ke Tobucil and klab, pas nyampe disana dua bocah kebelet pup. Jadinya langsung ijin ke toilet. Untunglah toilet nya bersih dan gede, karena memang tobucil ini memanfaatkan bangunan rumah. Agak malu pas keluar toilet, lamaaa bok nungguin dua bocah gantian pup. 

Uda lega ya le πŸ™‚

​

Kesini berharapnya dapat buku anak klasik, tapi ternyata koleksi bukunya tidak banyak, lebih ke buku seni dan crafting. Terus masak gak beli apa-apa?  Apalagi setelah pake toilet selama itu, hihihi. 

Ada aneka benang disini, tapi aku lagi gak minat memintal benang. Jadinya anak-anak beli buku stiker (terbitan lokal gitu) dan manik-manik huruf (lintang pengen bikin gelang). Sedang bunda beli tali dan jepitan buat gantungin foto. Just it. Makasih ya tobucil, muaaah.
​

Selasar Sunaryo Art Space

Karena Pak Candra dan Bu Wulan adalah dua orang lulusan teknik yang jarang terpapar seni, ada keinginan untuk mengenalkan seni kepada Lintang Cakrawala sejak dini. Biar eksplorasi mereka lebih luas. Jadilah mereka kadang diajak ke museum, pameran, dan pentas pertunjukan. Selasar sunaryo ini menarik minat kami.

Sampai disana Lintang enggan turun, mungkin karena tempatnya sepi pas hari kerja. Dibujuklah dia. Pas sampai pintu masuk, dia melihat kain hitam yang bentuknya kayak pocongan, langsung nangis minta keluar. Si adik yang gak nangis aku ajak masuk, eh dia juga gak nyaman dan minta keluar. Gagal deh menikmati galeri nya. Next time ya Pak Sunaryo. 

Kakak udah ke mobil duluan, aku jadi model dulu ah..

​
Rumah Bunga Rizal

Setelah gagal menikmati selasar sunaryo, suami bertanya pada istri, “pengen kemana lagi?”. Istri memilih ke Lembang, hehehe….tepatnya ke Rumah Bunga Rizal. Menemui para kaktus dan sekulen. Walau angka keberhasilan memelihara 2 spesies ini di angka 40% tapi aku tetap cinta.

Menggoda bukan?

​

Tak lupa setelahnya beli oleh-oleh buat para tetangga tercinta di Tahu Susu Lembang.

Pulangnya lewat padalarang karena jalur bandung macet menurut mbah google. Seru juga mencoba jalur yang belum pernah kami lewati ini.

Happyyyy……Makasih ya pak suami #muaaah.

Kepada diriku, semoga semakin solehah ya. amin.

Jadi aku udah 32?

​

0

Dari Cariu ke Cianjur

Pekan terakhir di bulan April kemarin kami manfaatkan untuk menjelajah jalan baru, salah satu hobi kami. Tujuan kami ke Danau Cirata di sisi Cianjur yaitu Objek Wisata Jangari.
Kami lewat jalan tembus area belakang Kawasan Industri GIIC Deltamas ke Jalan Sukabungah. Melewati jalan baru salah satu obat mengasah empati buat kami. Di sepanjang jalan kami masih melihat rumah dengan dinding dari ayaman bambu, yang baru lintang lihat. Kami juga mampir di warung untuk beli es es krim, eh malah ketemu kerupuk warna-warni berbentuk silinder yang jadi cemilan jaman dulu di kampung, kami menyebutnya “ganipo”. Ada yang tahu? Kerupuk ini didapat dari menukarkan panci bocor, ember pecah, dll ke abang pengepul barang bekas. Dia keliling pake sepeda dengan kantong kerupuk besar di belakangnya dan kantong barang bekas di kiri kanan sepedanya. Salah satu yang ditunggu kedatangannya di masa kanak. Memakannya seperti menarik diri ke masa 25 tahun lalu :).

Perjalanan kami disponsori oleh google map, dengannya kami merasa aman dari kesasar. Lintang pun sudah familiar dengan aplikasi ini dan mengangkat dirinya sebagai navigator.

Cariu.

Setelah Lebih dari setengah perjalanan, di kanan jalan kami melihat sebuat plang bertulis “700 m Penangkaran Rusa Cariu”. Kayaknya pernah dengar atau baca. Mampir yuk bang.

Alkisah mampirlah kami di Penangkaran rusa cariu. Letaknya di pinggir jalan, masuk sedikit ke parkiran. Biaya tiket masuk @ Rp. 10.000 dan biayar parkir Rp. 10.000. 

​

Dari tempat parkir, kami menyebarangi sungai besar melalui jembatan nan panjang. Di sebrang sungai, rimbun akan pepohonan dan terdapat warung yang menjual ikan dan ayam bakar, wangi…. Beberapa anak juga bermain air sungai di sisi sungai yang dangkal. 

Pas brangkat lintang takut, pulangnya udah lari di jembatan *ganti emak deg-degan

​

Awalnya kami kira pengangkarannya tepat di sebrang sungai, ternyata lanjut jalan lagi ^_^. Untunglah anak-anak pada semangat jalan. 

Jalan menuju penangkaran, semangat!!

​

Di dekat penangkaran rusa, juga terdapat warung ikan bakar dan area untuk camping. Area campingnya menggoda, rumput hijau dengan pohon pinus dan disamping sungai pula, nyummm… Oh ya, biaya untuk camping 35rb/orang/malam.

Seorang nenek berjualan pakan untuk rusa tepat sebelum undakan turun menuju area penangkaran. Dia memonopoli penjualan ubi yang dipotong memanjang itu dengan harga 10rb/kantong. 

Area penangkaran rusa cariu tidak seperti ranca upas yang dibatasi oleh pagar di sejauh mata memandang. Disini banyak terdapat pepohonan tinggi di sisi pinggiran penangkaran. Waktu kami kesana cuma ada 3 rusa yang tampil. Kata nenek penjual pakan rusa, rusa-rusa yang lain lagi damai dalam rimbunnya pohon. 

Untung ada rusa yang mau mendekat untuk dikasih pakan. Lintang senang banget ngasih pakan, sedang cakrawala masih agak takut. Potongan ubinya pendek memang, jadi agak ngeri si rusanya gigitin tangan. Tapi bunda sok cool di depan anak-anak. 

Gini loh nak cara ngasih makan rusa *ter emak-emak banget

​

Swafoto ma rusa di kejauhan

​

Kelar ngasih makan rusa , kami duduk-duduk sejenak di area penangkaran. Lintang dan cakralawa melihat burung elang terbang di atas kami, dan berperanlah mereka menjadi kelinci, meloncat-loncat kesana kemari. “Biar elangnya kesini bunda, “jawab lintang begitu aku tanyai.
Perut lapar, memaksa kami beranjak. Sempat tergoda makan disana, tapi kami masih memegang teguh tujuan awal yaitu makan ikan bakar danau cirata. Jaraknya udah 30 menit lagi, nanggung kan ya. Kami numpang main doan di depan warung. Anak-anak main ayunan dan Pak Candra mencoba main enggrang. Bunda? Update status ^_^ *anak sosmed tauuk.

Main ayunan ala cakrawala

Guru dan murid sama-sama amatir ^_Β°

​

Cianjur.

Danau Cirata sendiri dikelilingi oleh 3 kabupaten yaitu Bandung Barat, Purwakarta dan Cianjur (kata tukang perahu). Yang kami datangi ini, sisi danau cirata di Cianjur yang sudah jadi objek wisata yaitu ​Jangari.

Kami berempat bayar tiket masuk 10rb. Entah itu resmi atau tidak, karena tidak ada bukti bayarnya.  Jalan beberapa meter ada lagi yang narik tiket parkir. 

Begitu danaunya mulai terlihat, di pinggirannya penuh warung ikan bakar. Mengelilingi sepanjang garis danau. Kami terus ke arah kanan dari pintu masuk dan berhenti di lengkungan danau yang banyak perahu tertambat. 

Pemandangan miris pun terlihat, pengunjung yang membuang sampah sembarangan, melempar tisue dari mobil mereka #sebelsesebelsebelnya.  Pinggiran danaupun ternodai oleh tumpukan sampah yang banyak mengambang #sedihkuadrat.

Lepas memandang sampah #fiiuuh, kami naik perahu. Bayarnya 50rb untuk satu perahu dengan rute mengelilingi danau. Kalo mau makan di warung tengah danau, bayar 100rb untuk naik perahu nya. 

Berkeliling naik perahunya lama ternyata, sekitar 30 menitan. Puas. Di danau inu banyak keramba ikan. Danau nya luas berasa di lautan ^_Β°.

Happy naik perahu

​

Memandang danau lepas

​

Cakrawala mulai berani berdiri di depan

​
Lepas naik perahu, lapar menyerang lagi. Nyari warung yang gampang parkirnya. Nanya harga, 65rb per porsi untuk makan 2 orang. Pas disajikan ternyata dapat 2 ekor nila bakar ukuran besar, nasi 1 bakul, sambal kecap, lalapan, dan 4 gelas teh manis beserta refilnya. Murah banget ya. Kalo mau bebas nyari warung, bisa memilih parkir di masjid dan tinggal jalan ke warung sepanjang jalan. 

Petang baru kami pulang. Mau balik lewat rute berangkat, khawatir gelap dan ada jalan rusak yang gak kelihatan. Jadi kami memilih menempuh jalan ke pintu tol padalarang.  Membuat Pak Candra menyetir sekitar 1,5 jam ke pintu tol, dan lanjut melewati tol cipularang ke arah bekasi. Lintang, Cakrawala dan bunda tertidur pulas sebelum masuk tol *zzzzzz.

Sampai rumah sekitar jam 10 malam. Aku kaget pas bangun, eh udah nyampe rumah, hihihi. Makasih ayah *peluk cium virtual :).

6

BBW 2017

Big Bad Wolf adalah salah satu even yang paling ditunggu tahun ini. Melihat tumpukan buku dimana-mana membuatku HAPPY.

Setelah mupeng lihat banyak seliweran postingan BBW di sosmed, alhamdulillah senin kemarin kami kesana.

Niat brangkat pagi buta untuk menghindari macet dan antrian. Terbangun di jam 2.30 pagi dan tak mau tidur lagi #takutbablas πŸ™‚ . Eh paksu masih nyenyak. Alhasil baru ku bangunin jam 3.30. Siap-siap dan mandi (iya mandi, biar semangat pagi) membuat kami brangkat jam 4an. Anak2 digotong ke mobil dalam keadaan tidur. Eh si lintang kebangun dan langsung bilang “hore ke pameran” efek dibreafing sebelum tidur. 

Sampai ICE – BSD sekitar jam 5.30. Parkiran udah rame. Ayah istirahat dulu di mobil, jadi kita bertiga masuk duluan. Di dalam juga udah rame, tapi masih nyaman buat mondar-mandir nyari buku. Anak2 semangat banget milihin buku *walau belum mandi, hihihi. 

Udah kompak kalo diminta foto

​

Wajah belum mandi πŸ™‚

​

Kali ini buku anak lebih banyak, gang antar buku juga lebar. Tapi buku incaran udah gak ketemu (pengen nyari bukunya pak eric carle). 

Ayah si pahlawan penjaga anak selama bunda berburu buku

​

Disana sekitar 2 jam an. Antrian kasir aman. Ada 4 orang di depan dengan belanjaan normal. Kayaknya para jasa titip belum pada datang.
Jadi kalo ditanya beli langsung atau pake jasa titip? LANGSUNG dong!! Apa yang dipost para jastip itu cuma sebagian kecil dari banyaknya buku disana. Kamu bisa menemukan buku-buku lucu dengan harga yang manis. 

Sampai jumpa BBW 2018 πŸ™‚

Hasil buruan tahun ini.

​

2

Ulang Tahun Lintang & Cakrawala

Lintang ulang tahun awal Februari kemarin saat perjalanan pulang kami dari ngebolang rute panjang Jepara-Probolinggo-Bali-Jogja.

Waktu itu, kami menginap di Pesonna Hotel Semarang. Hotelnya bersih dan Stafnya ramah. Ada kolam renang pula. Yang tak kalah menyenangkan, disediakan alquran, sajadah, sarung dan mukenah di dalam kamar. Selain itu pilihan sarapannya banyaaak, aku bernostalgia dengan cenil dan wedang ronde. 

Untuk hadiah ulang tahun udah kami sediakan dari rumah, jadinya itu hadiah juga ikut jalan-jalan bersama kami πŸ™‚ . Awalnya gak pake kue ulang tahun, eh Lintang nanyain. Jadinya kami minta tolong staff hotel buat dipesenin cake. Cake nya gede ternyata, jadi kami bagi ke para staff hotel juga. 

​

Para bocah senang banget ulang tahun di hotel, sampai cakrawala juga bilang “aku nanti kalo ulang tahun di hotel juga ya”. 

Yang berulang tahun dan pendamping dengan kadonya

​
Lintang, Semoga menjadi anak yang sholeh ya nak. We love U.


Ulang tahun Cakrawala

Menuju hari ulang tahunnya, kami sering nawarin ke Cakrawala buat ulang tahun di rumah, tapi selalu dijawab “aku maunya di hotel aja”. 

Jadinya senen yang lalu kami ke Bandung, secara banyak pilihan hotel yang ramah kantong disana. Nyari di traveloka dapat hotel Ok di daerah dago pakar, Lotus Art Garden Hotel. Hotelnya masuk di daerah perumahan dan tulisan hotelnya kecil dari kayu pahatan (makasih om google map yang mengantar kami).

Kami memilih kamar Deluxe Garden View, ratenya under 300k (udah dengan sarapan). Pas masuk, ada dua kasur Queen, legaaaa…. ada kulkas mini dn ketel air juga. Jendela kamarnya besar dan disana udah dingin walau AC dimatiin.  

Para bocah happy banget pas ngeliat kolam renang dan heboh minta nyemplung.Tapi sebelum renang, kita makan cake dulu ya πŸ™‚

Cakrawala milih thomas pas ke toko kue

​

Yang berulang tahun dan pendamping ulang tahun happy dapat kado


Selamat ulang tahun Cakrawala, semoga menjadi anak sholeh. We love U.

0

Ke Rimba Baca

Hari minggu kemarin Pak Candra ada kerjaan survey buat Mattoa Furniture di daerah Cilandak. Sebagai anggota sejati dari Grup Pengintil Suami, maka dicarilah tempat buat kami bertiga bisa datangi sementara Pak Suami bekerja. Olala ada Rimba Baca disana. Horeeee!!
Rimba baca ini adalah perpustakaan anak berbayar. Udah lama pengen kesana. Alhamdulillah kesampaian. Lintang dan Cakrawala juga semangat banget buat diajak kesana. Begitu masuk, Lintang bilang “bunda, perpustakaannya cantik banget”. 

Biaya per kedatangan 30rb/anak dan 5rb/pendamping tanpa batasan waktu baca. Buka dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam. Andai lokasinya dekat rumah, tertarik banget buat jadi anggota. Biaya  keanggotaan per tahun 375rb bisa pinjam buku buat dibawa pulang juga (ini hasil nguping pas orang nanya πŸ™‚ ).

Kami pengunjung pertama yang datang di jam 10. Lepas tengah hari baru beberapa orang berdatangan. Kata si mba petugas, kalo sabtu yang biasanya lebih rame. Suka banget disana, bukunya banyak (lebih banyak buku berbahasa inggris), tertata rapi dan bersih. Toiletnya juga bersih. Ada karpet aneka rupa buat alas membaca, mainan edukatif dari kayu, dan boneka. Bisa jajan juga loh. Aneka snack dengan harga terjangkau tersedia dan juga minuman dingin. Dua bocah itu happy banget bisa nyemil, pada semangat buat ngasih uang langsung ke mba petugas. 

Eh buat dewasa juga ada koleksi buku yang bisa dibaca, banyaak. Letaknya di lantai 2. Kemarin aku baca Rectoverso nya Dee.

Kami keluar dari sana sekitar setengah 2. Lama juga ya. Itu pun anak-anak sempat gak mau pulang. Betah πŸ™‚

Semoga next time bisa kesana lagi. Amin.

Asyik membaca sendiri

​

Gantian dibacakan ayah begitu datang

​

Menemukan mainan baru bernama tangga

​

Ngambil buku dan langsung dibaca di tangga

​

Bunda menyelesaikan baca sebelum pulang

​

0

Cerita ke Museum Satriamandala

Ini cerita minggu kemarin.

Rencananya minggu kemarin itu kami tinggal di rumah aja setelah sabtunya pergi ke rumah kawan semasa kuliah di Purwakarta. Istirahat sebelum sabtu minggu besok bakal camping ke bogor.

Lah….tibak’e pak candra ngajakin ngambil hp nya yang lagi diservis di PGC (pusat grosir cililitan). Jauh ya servis nya, hehehehee….. si bapak sekalian mampir ke usaha laundry kami di daerah sana.

Si bunda gak semangat blanja (guayaaaa) jadinya ngajak anak2 naik transjakarta dari halte walk PGC. Oh ya, anak2 diatas 90cm udah kena tiket. Para bocah kurang menikmati, mungkin karena lagi rame minggu siang itu.

image

Swafoto dulu kami

image

Ada yang ngabisin 4 roti unyil di halte πŸ™‚

Bunda jadi kepikiran buat mampir ke museum satria mandala, eh si anak sulung dengar, jadilah kami benar-benar kesana.

Letak musem tersebut sebelum halte LIPI, jadi kamu harus jalan lagi menuju lokasi.

Di museum Satriamandala parkirannya luas ternyata. Ada beberapa mobil yang parkir. Kami menikmati berbagai kendaraan TNI yang di pajang di halaman museum yang luas. Lintang & Cakrawala senang banget, apalagi Lintang yang kini mengikrarkan diri mau jadi tentara, hihihihi…heboh dia liat tank dan pesawat.

image

image

image

image

image

image

image

image

Halaman nya tertata rapi. Puas keliling di halaman, kami masuk ke museum. Harga tiketnya Rp. 5.000, untuk anak-anak Rp. 2.500. Kalo mau foto2 atau video harus bayar lagi. Kami gak beli tiket untuk foto2 (hemat πŸ™‚ )

image

Pintu masuk museum

Di dalam museum koleksi nya seruu loh.. ada diorama pertempuran jaman dulu. Ada area khusus Panglima besar Sudirman. Di area tsb, ada Foto beliau, koleksi ranjang, kursi, jas kebesaran beliau, surat kematian (meninggal di usia 38tahun, masih muda ya…) dan tandu yang fenomenal itu. Pas ngeliat tandu itu, aku ngerasa mellow banget, jadi ngebayangin perjuangan beliau dulu.

Ada area A.H. Nasution juga. Disitu dipajang foto2 beliau dan seragam jendral nya. Seragamnya TNi terlihat keren  banget disitu….

Ada juga ruangan khusus buat Pak Harto. Foto pak harto waktu masih muda ganteng banget….senyumnya muanis poollll….Pantesan dijuluki smiling jendral.

Di museum juga ada koleksi lencana dan sejarah TNI. Foto2 panglima besar TNI dari masa ke masa.

Turun ke area bawah…ada berbagai senjata. Lepas itu langsung pintu keluar. Kirain selesai. Ternyata di halaman belakang ada banyak dipajang pesawat dan ada area khusus meriam. Lintang betah banget di area meriam. Ngajak bunda, tante dan adik main perang-perangan. Segala meriam dinaikin dan diutak-atik.

image

image

image

Sedangkan di area samping ada cafetaria dan di belakang ada mushola. Tapi menurutku halaman belakang tidak serapi halaman depan. 

Selain kami, beberapa keluarga juga berkunjung kesini. Anak-anak terlihat antusias. Kami juga suka kesini.

Pulangnya naik grab taksi. Pada gak kuat buat nge-busway lagi. Cukup bayar 10rb buat balik ke PGC, dapat promo hellograbid.

Perjalanan hari itu ditutup dengan indah, yaitu makan bakso malang di halte walk PGC. Alhamdulillah…..